SatPol PP Tertibkan Pedagang Liar di Kabanjahe dan Berastagi

B. KurniaB. KURNIA P.P. KABANJAHE. Setelah penertiban warung remang-remang, kali ini Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karo menertibkan para pedagang liar yang menggelar dagangan di trotoar Kabanjahe dan Berastagi [Selasa 30/8].

Penertiban ini melibatkan 50 personil yang dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kabupaten Karo (Leonard Bastian Girsang SSTP MAP) dan Kasi Operasi (Delta Amson Tarigan SH).

penertiban 1“Penertiban pertama ini berhasil mengamankan barang dagangan berupa sayur mayur dan buah-buahan para pedagang liar. Mereka menggelar dagangan di tempat yang tidak punya ijin resmi serta mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat khususnya di sekitar pusat pasar Kabanjahe dan terminal Berastagi,” kata Loenard Bastian Girsang dan Delta Amson Tarigan kepada Sora Sirulo di halaman Kantor Satpol PP Karo, Kompleks Kantor Bupati Karo Jl. Djamin Ginting (Kabanjahe).

Selanjutnya Girsang dan Tarigan menyatakan, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan kepada siapapun yang meresahkan atau memakai fasilitas umum di Kabupaten Karo.

“Pelaksanaan penertiban dan razia ini sebagai kegiatan rutin yang berkesinambungan serta adalah tugas pokok dan fungsi Satpol PP. Siapa pun yang memback-up akan kami tindak jika menyalahi aturan,” lanjut mereka.

Pada kesempatan ini, pihaknya sangat menyayangkan atas sikap para pedagang yang semena-mena menggelar dagangan di tempat yang tidak diijinkan.

penertiban 2“Selama ini, bukan karena kami tidak melaksanakan tugas. Namun janganlah kami harus bertindak dahulu, baru para pedagang memberikan perhatian. Kami juga punya hati nurani dan sebagai bagian Suku Karo pasti punya pertalian kekeluargaan. Yang dibutuhkan adalah saling menghormati, saling mendukung keindahan atau keasrian kota kita yang kita cintai ini,” kata Kasatpol PP yang akrab disapa Leo ini.

Pihak Satpol PP Karo akan terus melakukan penertiban dan razia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku serta mendukung terciptanya daerah Tanah Karo Simalem sebagai daerah dengan masyarakat yang berbudaya adat Karo yang tinggi, religius serta mendukung sektor Pariwisata dan Pertanian sebagai prioritas pembangunan Tanah Karo.




“Kami menghimbau agar seluruh elemen usaha pribadi dan keluarga serta badan swasta untuk memperlengkapi persyaratan dengan benar dan sesuai fakta, begitu juga kerjasama dalam kordinasi pelaksanaan tugas yang terkait dengan instansi lainnya untuk lebih mempermudah kelancaran program kerja pembangunan,” sambung Leo.

Pantauan Sora Sirulo, pelaksanaan penertiban di seputar Pasar Kabanjahe dan Terminal Berastagi berjalan lancar serta mendapat dukungan warga masyarakat sekitar.




Author: Jebta B Sitepu

Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: