Rebutan Anak, Mata Lili Bengkak Dilempar Suami Pake HP

imanuel sitepu 3kdrt-6IMANUEL SITEPU. DELITUA. Bertengkar dengan suami, acap kali dialami oleh Lili Purnama Sari warga Perumahan Ladang Bambu Mas (Medan Tuntungan). Tak tahan menanggung malu karena terus jadi buah bibir tetangga, Lili pun memaksa agar suaminya, Edi Suranta Saragih (30) menceraikan dirinya. Akan tetapi, akibat permintaannya itu, mata ibu anak satu ini pun bengkak akibat dilempar dengan menggunakan HP.

Ditemui di Polsek Delitua saat membuat laporan, Lili bercerita kalau kasus KDRT yang dialaminya terjadi saat dia baru saja pulang bekerja sebagai cleaning service di RSU Adam Malik, Medan [Selasa 6/9: sekira 16.00 wib]. Sesampainya di rumah, suaminya Edi Saragih langsung marah-marah.

“Memang karena hujan gerimis, aku terlambat pulang dan tiba di rumah. Suamiku langsung marah-marah. Meski telah kujelaskan, dia tidak mengerti juga,” kata Lili.

Lanjut dikatakan, karena dia terus memaki, Lili jadi hilang kesabaran. Dia pun minta diceraikan, kalau selalu dianggap salah.

“Dia mau saja bercerai, tapi dengan syarat putri kami tinggal bersama dia. Tapi, anakku tidak mau lepas dari pelukanku sambil menangis. Karena anakku tidak mau bersama suamiku, suamiku kemudian emosi. Ia lalu mengambil HP dan melemparkannya ke wajahku. Mataku sebelah kanan jadi bengkak karena terkena lempar,” kata Lili.




Bukan hanya sampai di situ, suaminya lalu memijak punggung Lili sehingga lemas dan terkapar. Tak berlangsung lama, tetangganya datang melerai dan menolong Lili.

“Itulah kalau suami suka menyabu, bawaannya marah terus dan selalu ringan tangan. Hal itu saya rasakan sejak 7 tahun lalu, sejak kami berumahtangga. Biarlah dia ditangkap Polisi. Saya pun mau cerai darinya,” bilangnya.

Menurut Beru Bangun teman Lili, suami temannya itu memang suka naik pitam.

“Dia pemakai Narkoba. Kalau tidak ada duitnya untuk membeli Narkoba, naiklah tensinya, bang. Marah-marah saja kerjanya setiap hari,” cetusnya.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan membenarkan adanya laporan korban untuk ditindaklanjuti.








Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: