Kolom Aletheia Veritas: B1 (Daging Anjing)

b1“Jadi apa sajakah ‘Karo cuisine’ yang populer?” tanya sang professor suatu hari.

Pertanyaan yang pastinya bukan basa-basi mengingat makanan selalu menjadi isu yang menarik untuk menjelaskan realitas budaya, ekonomi bahkan politik di suatu masa dan tempat.

“Kami punya banyak varian makanan yang lezat dan sangat populer seperti BPK ‘grilled pork’, lemang-lemang, cipera, cimpa, cimpa bohan, tasak telu, rires and…” saya pun tiba-tiba terdiam.

“..and what?” tanya sang professor.

“.. and terites,” jawab saya pelan.

Sebenarnya saya ingin mengatakan B1 kepada beliau. Tapi saya dilema mengingat anjing adalah sahabat bahkan dianggap sebagai anggota keluarga bagi orang British.

Pernah suatu ketika saya mengunjungi seorang teman British. Dia pun memperkenalkan anjingnya kepada saya. “Look! Our new family member. Ini anggota keluarga kami yang baru. Owhh, he is beyond cute. So adorable. Begitu menawan… cup.. cup…” katanya dengan gembira.

Di lain waktu, puterinya menunjukkan lukisan yang baru selesai ia kerjakan. Di lukisan itu tertera “my family” yang terdiri dari Daddy, Mommy, Danny, Emma, Harry, and Harry Jr. Siapakah Harry Jr, pikir saya, mengingat mereka hanya tiga bersaudara. Ternyata Harry Jr (Junior) adalah seekor anjing yang katanya anggota keluarga mereka yang baru, yang diberi nama seperti si bungsu.

Demikian juga di jalan-jalan, anjing-anjing tampak hidup sejahtera dan damai diajak jalan santai oleh “daddy” atau “mommy” nya yang adalah manusia. “Daddy” dan “Mommy” yang sigap dan rela memungut kotoran mereka jika tidak mau kena denda. Begitu juga halnya di bis, di rumah makan, di pertokoan, para anjing menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat ini. Bahkan promosi restoran pun selalu berbunyi “dog friendly cafes &restaurants” atau rumah makan yang ramah untuk anjing.




Begitulah kegelisahan saya menyebut B1 kepada sang professor. Apalagi mengingat beliau selalu bercerita tentang anjingnya yang bernama Merlin yang kerap menemaninya menulis dan bekerja di rumah. Bagaimana reaksinya ketika tahu bahwa di Kabanjahe terdapat rumah makan B1 yang memajang gambar anjing-anjing kecil yang “cute” dan “adorable” di depan pintu masuk rumah makan.

Namun, agaknya saya harus berkata apa adanya. Siapa tahu kegemaran kita akan B1 mampu mengungkap realitas masyarakat kita. Mampu menjelaskan banyak hal.

Begitu kira-kira….

****
Ngomong-ngomong, saya sudah tak makan B1 lagi sejak tahun 2007. Bujur. Mejuah-juah.







Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: