7 Karateka Karo Bertarung di Kejurnas Full Body Contact

B. Kurniakala-hitamB. KURNIA P.P. KABANJAHE. Ada 2 jenis Kejurnas (Kekuaraan Nasional) untuk karate di Indonesia; yaitu semi body contact dan full body contact. Semi body contact adalah yang membatasi hanya bagian tertentu dari tubuh lawan dapat diserang. Seperti halnya bagian kepala, dilarang untuk diserang dan, kalau diserang juga, maka penyerangnya langsung dinyatakan kalah. Berbeda dengan full body contact yang tidak membatasi bagian tubuh mendapat serangan. Bahkan, KO (Knock Out) diberlakukan sebgai salah satu jenis kemenangan.

Full body contact dipelopori oleh organisasi karate Jepang bernama Kyokushin di tahun 1960an yang di Indonesia oleh Perguruan Karate Kala Hitam yang dikembangkan oleh Winta Karna dari Medan yang memusatkan latihannya di Jl. Listrik, Medan. Winta Karna sempat menjadi Wakil Ketua Kyokushinkai Asia Pasific.

Tahun ini, Kejurnas Open Tournament Karate Full Body  Contact diadakan di Landmark Mall Surabaya Jawa Timur [Minggu 9/10] memperebutkan piala Pangkostrad II. 7 karateka terbaik Kabupaten Karo akan mengikuti Kejurnas ini.

kala-hitam-2“Ketujuhnya karateka ini adalah dari Perguruan Kala Hitam,” kata Ketua Perguruan Kala Hitam Kabupaten Karo, Simpei Abdi Depari SP, didampingi oleh pelatih Jenda Kuidah Sembiring.

Ini disampaikannya kepada wartawan pada acara pelatihan atlet di Jambur Taras Berastagi [Minggu 18/9].

Menurut Abdi, dalam Kejurnas kali ini, Perguruan kala Hitam Kabupaten Karo akan mengirimkan 7 orang atlet terbaik mereka yang terbagi dalam berbagai kelas:

– Natal Prima Ginting, mahasiswa STOK Bina Guna Medan di kelas 71 Kg

– Aditya Sagita Ginting dan Jefrianto siswa SMAN 2 Kabanjahe di kelas ringan 60 Kg ke bawah

– Belpa Novrendi Tarigan mahasiswa Universitas Quality Berastagi di kelas menegah 61 – 70 Kg

– Janpitra Sembiring mahasiswa Universitas Global Prima Medan di kelas junior putra 60 Kg ke bawah

– Angeline Febyant br Sinulingga siswi SMPN 1 Berastagi di kelas 65 Kg ke bawah.

Fernando Depari siswa SMA Taruna Eferina Raya yang seyogianya akan turun di kelas Junior Putra belum bisa dipastikan ikut karena masih menunggu Surat ijin dari Pemilik yayasan tempatnya sekolah JR Saragih selaku ketua yayasan sekolah tersebut.

Menurut Simpei penyandang  DAN II ini, bukan pertama kali ini saja atlet yang diturunkan mengikuti Kejurnas. Sudah beberapa kali dan mampu menorehkan tinta emas dengan meraih medali di berbagai Kejurnas karate full body contact.




”Kita tidak boleh pesimis walaupun nanti lawan yang dihadapi adalah atlet yang telah biasa mengikuti turnamen di luat negeri. Walau atlet yang kita kirimkan ini masih muda, mereka sudah memiliki prestasi tingkat nasional. Kita punya harapan yang besar bisa meraih prestasi membawa medali emas seperti dalam Kejurnas sebelumnya,” ujar Abdi dengan penuh semangat dan optimis melihat kemampuan para atlet selama ini.

Sedangkan pemerhati olahraga, Irawan Purba mengatakan, saatnya generasi emas atlit Karo berharap pemerintah mampu memacu semangat para atlet dalam meraih prestasi dengan memberikan penghargaan.

”Para atlit yang berperestasi  harus diberi penghargaan uang pembinaan dan yang paling penting Pemkab segera membangun sarana gedung olah raga (GOR) dan memberi sarana kepada para atlit meraih prestasi yang lebih besar lagi,” harapnya.




Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: