Tiada Hari Tanpa Kemalingan di Namorambe, Ih ….

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Seiring dengan maraknya peredaran narkoba dan permainan judi, aksi pencurian pun makin menggila. Seperti yang terlihat di wilayah hukum Polsek Namorambe. Buktinya, toko grosir milik Djap Tjukwang (46) yang berada di Dusun 1 Desa Namorambe (Kecamatan Namorambe, Kabupaen Deliserdang) telah 3 kali menjadi sasaran kawanan maling.


Cerita Mery (38) istri pria keturunan Tionghoa itu ketika ditemui wartawan kemarin pagi [Minggu 2/10: sekitar 08.00 wib], terakhir kali toko miliknya menjadi sasaran empuk maling kemarin dini [Minggu 2/10: sekitar 04.00 wib]. Akibatnya, puluhan dus rokok berbagai merek, HP Lannovo dan HP evercross serta uang tunai sebesar Rp 5 juta, rahib lantaran dikuras pencuri.

“Dalam 5 bulan ini saja, toko grosir kami sudah 3 kali disatroni maling. Kami pun jadi gerah karena tak tahan dijadikan langganan,” bilang Mery sedih.

maling-21

Toko grosir milik Djap Tjukwang yang telah 3 kali disatroni maling.

Menurut korban, pelaku berhasil memasuki tokonya dengan cara menjebol asbes. Ia dan suaminya mengetahui maling telah masuk ke rumahnya karena saat itu korban sedang tidur di dalam toko.

“Begitu mendengar suara berisik, saya langsung terbangun lalu memberitahukan kepada suami saya. Tapi kami tidak berani berbuat apa apa. Soalnya kami takut dibunuh. Sudah terjadi berulangkali di Namorambe, pelaku pencurian di sini sadis semua karena sudah kecanduan narkoba. Begitu pelaku kabur, barulah kami teriak maling,” tuturnya lagi.

Mereka tidak mau lagi melapor ke Polisi karena hanya buang waktu tapi hasilnya tidak ada. Soalnya, meski telah dua kali membuat laporan, Polisi tidak kunjung menangkap pelaku.

“Percuma saja buat laporan. Buktinya, meski sudah 2 kali buat laporan, toko kami kembali kemalingan,” sambung Mery seperti kesal dengan kinerja Polsek Namorambe.

Kapala Dusun 1 Desa Namorambe, Pasti Gurusinga ketika dikonfirmasi membenarkan kalau salah satu warganya menjadi korban pencurian. Bahkan menurut Gurusinga, kejadian pencurian di tempat tinggalnya sudah terjadi hingga puluhan kali.

“Desa Namorambe ini memang rawan maling dan pembongkaran rumah. Sudah terjadi puluhan kali. Di daerah kita ini tiada hari tanpa kemalingan. Jangankan toko grosir, tabung gas 3 kg milik warga saja sudah berulangkali hilang. Namun pelakunya tidak satu pun bisa di tangkap,” timpalnya.




Gurusinga mencontohkan kejadian di rumah Pa Ngerbau, warga lainya, belum lama ini. Perhiasan emas dan uang sekitar Rp 5 juta milik Pa Ngerbau habis dikuras pelaku maling.

“Ada lagi rumah warga yang di Dusun 3, juga mengalami nasib sama. Harta bendanya habis dikuras maling. Itu semua terjadi dalam satu bulan ini,” tuturnya lagi.

Sementara menurut M. Saragi (44), warga lainnya lagi, di lingkungan tempat tinggalnya di Dusun 4 juga kerap terjadi pembongkaran rumah.

“Rumah keluarga saya pun belum lama ini dibongkar maling dan seluruh harta bendanya habis. Semua warga tidak mau melapor ke polsi karena tidak adanya kepercayaan terhadap polisi. Polisi hanya datang, bertanya, foto-foto dan menulisi kejadian saja. Tetapi tidak ada yang ditindak dan sepertinya sudah bekerja sama dengan maling,” duganya.




Hal senada juga dibenarkan Kepala Desa Namorambe Jon Filter Sembiring.

“Memang warga kita sudah kerap kehilangan harta benda. Tetapi ntah mengapa mereka tidak mau melapor ke polisi. Hanya melapor ke kita saja. Walau pun begitu, kita tetap melaporkannya ke polisi, agar kita tetap bekerjasama dengan polisi,” katanya.

Kapolres Deliserdang  AKBP Robert da Costa saat dikonfirmasi wartawan terkait pencurian di toko Grosir milik Djap Tjukwang yang telah berulangkali menjadi sasaran maling mengatakan:

“Bagaimana kita buat kalau korban tidak mau melapor. Bagaiman dibuat anggota untuk melakukan lidik dan sidik. Pun demikian, saya akan cek laporan korban yang pertama dan yang ke dua mengenai pembongkaran toko korban,” kilahnya.




Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: