Pentingnya Pendidikan Usia Dini (Penekanan pada Pembangunan Karakter)

 Oleh: Herlina Surbakti (Doulu)

 

herlina 3Saya dilahirkan di Desa Doulu. Ketika masih usia dini, saya dibawa pindah ke Kota Medan dan tinggal di rumah mama tua saya. Di rumah ini semua sepupu saya. Ada yang sudah menjadi guru dan telah menikah, tetapi kebanyakan dari mereka masih bersekolah di SMA. Sejak kecil saya sudah berada di lingkungan sekolah. Setiap hari ada saja yang mengajari saya.

Ketika saya duduk di kelas satu, saya diajari berhitung, menggambar dan banyak lagi. Pengalaman ini menimbulkan niat saya yang sangat kuat untuk kelak kalau dewasa akan menjadi sarjana.

Ketika kembali ke Desa Doulu (saya dilahirkan di desa ini walaupun kakek saya berasal dari Jumaraja di Kecamatan Merdeka). Saya mulai mengajar anak-anak doulu-5desa. Pengalaman mengajar ini membuat saya lebih mengerti tentang suasana kehidupan di desa.

Kehidupan masyarakat sudah jauh lebih buruk daripada keadaan desa pada tahun 1970an. Anak-anak dibiarkan mandiri karena orangtua sudah tidak mempunyai waktu untuk mereka. Tanah sudah tidak subur dan upah buruh tani sangat tidak mencukupi. Untuk laki-laki upahnya Rp 70 ribu per hari (bekerja dari Pkl 08.00 pagi sampai Pkl. 17.00 sore).

Tidak ada waktu mereka untuk mendidik anak. Anak-anak bebas berkeliaran di desa atau di Berastagi. Keadaan ini diperparah dengan ramainya orang berkunjung ke daerah ini yang diantaranya mungkin pengedar Narkoba. Keadaan ini mengakibatkan tidak adanya harapan untuk nasib yang berubah oleh orangtua dan anak-anak.

Kita tidak heran kalau di desa ini kebanyakan pemuda sudah menjadi pecandu NARKOBA. Lalu, karena situasi yang saya alami ketika saya kecil dan itu membuat saya kuat maka saya mengajarkan LIFE SKILLS dan betul sekali. Anak-anak ini semua ingin menjadi orang sukses di kemudian hari.

Ketika itu banyak buku-buku sumbangan pemerintah yang tak dipakai di kantor kepala desa. Saya bagi kepada anak anak untuk dibaca di rumah dan akan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya. Ternyata masih banyak juga anak-anak yang sudah duduk di kelas 3 tidak bisa membaca. Anak-anak banyak belajar dalam kegiatan ini.

LIFE SKILL yang saya ajarkan dalam membaca ini adalah “BEING RESOURCEFUL”. Pendekatan pembelajaran yang saya pakai adalah SCL dengan doulu-6‘COOPERATIVE LEARNING’.

Anak-anak semua bahagia dalam belajar. Saya terus menerus berkomunikasi dengan Kepala Desa Doulu, Bapak Amos Ginting. Melihat anthusiasme anak-anak, kami membuat usulan ke Pabrik Aqua untuk membangun sebuah ruangan untuk membuka PAUD di desa ini ditambah dengan Club belajar bahasa Inggris pada hari Sabtu dan hari Minggu.

Tiga tahun kemudian, kami baru mendapat sumbangan sebanyak Rp. 30 juta. AQUA menyarankan membangun bangunan yang terbuat dari tepas atau bangunan tanpa dinding. Bangunan seperti yang disarankan ini tidak akan tepat untuk desa ini karena ketika musim panas di bagian bumi Utara yaitu mulai dari bulan Juni sampai Agustus biasanya hujan dan angin akan sangat kencang. Akhirnya kami memutuskan membangun sebisanya dan akan minta tambahnya kemudian.




Ternyata pihak AQUA tidak bersedia untuk menambannya dan kami melalui (SOI FOUNDATION) bebas untuk mencari pendana yang berikutnya. Yang saya perhatikan tingkah laku anak-anak sudah sangat berubah. Banyak anak sudah berinisiatif untuk belajar sendiri sebelum kelas berikutnya.

Akbar Surbakti yang baru duduk di Kelas 2 SD sudah tahu lebih banyak daripada yang lain karena dia mempuyai kamus bergambar kecil yang selalu dipelajarinya dan selalu mengulangi pelajaran yang diberikan. Sekarang, anak-anak sudah mulai berlomba untuk mempunyai kamus bergambar dan saya sangat senang melihat anak-anak di desa ini yang dalam kelompok 3 atau 4 orang berdiskusi tentang bahasa Inggris di tangga-tangga rumah mereka.

Seiring dengan antusisme anak-anak, orangtua mereka pun ikut bersemangat. Saya memang memulai kelas dengan menciptakan harapan. Dengan Bahasa Inggris, kamu bisa mendapatkan beasiswa dan apabila kamu memutuskan bekerja di Malaysia pun dengan Bahasa Inggris kamu akan mendapat gaji yang lebih banyak. Kamupun akan mampu menolong Nande ras Bapa i kuta.

Mejuah-juah.




Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: