Kerja Tahun Kandibata Dibuka dengan Pedalen Gundala-gundala

bryan-periantoBRYAN P. TARIGAN. KANDIBATA. Pesta Budaya Kerja Tahun Desa Kandibata (Kecamatan Kabanjahe, Kabupaen Karo) sudah dibuka sore ini [Jumat 14/10: sekitar 18.00 Wib]. Pembukaan kerja tahun kali ini agak unik, dilakukan melalyu sebuah ritual pawai yang disebut Pedalen Gundala-gundala.

Pedalen gundala-gundala secara harafiah berarti membawa Gundala-gundala (penari topeng) berjalan. Dalam konteks acara ini, pedalen gundala-gundala berarti sebuah ritual pawai untuk menandakan pesta tahunan telah dimulai. Para penari yan ditutup dengan topeng menggambarkan raja, permaisuri, putri raja dan panglima Manuk-manuk Sigurda-gurdi.

kandibata-6Ketika ditanyakan mengapa kerja tahun ini dibuka dengan Pedalen Gundala-gundala, Taruna Tarigan yang merupakan salah seornag perangkat desa mengatakan agar terjadi suasana lebih gempar dan rasa kerja tahunnya semakin terasa.

“Gundala-gundala itu ada kisahnya dan selalu menjadi perhatian besar dari penonton tua maupun muda. Berpawai bersama dengan gundala-gundala akan menarik perhatian warga desa ini dan juga para pengguna jalan,” tutur Taruna.

Adapun menurut Ketua Karang Taruna (Josua Tarigan), kerja tahun kali ini bisa dikatakan sekaligus merupakan festival budaya dengan menampilkan berbagai kandibata-7seni budaya Karo yang terancam punah seperti halnya Gundala-gundala dan Tari perang-perang.

“Ini baru pertama kali ini dilaksanakan seperti ini. Beberapa stasiun TV juga menyiarkannya secara langsung,” kata Josua.

Besok akan ditampilkan perkolong-kolong Keleng Barus dan Nely br Sembiring. Malam ini dipentaskan beberapa sendra tari seperti Roti Manis, Lima Serangkai dan Perang-perang.




kandibata-8

Acara malm hari yang menampilkan sendra tari dengan para penarinya yang anak-anak. Karena itu pula, penampiln tari-tarian ini mendapatkan perhatian besar dari penonton anak-anak.


Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: