Anggota DPR RI Samsudin Siregar Serahkan Mesin Pertanian

B. KurniaB. KURNIA P.P. KABANJAHE. 10 kelompok tani di Kabupaten Karo menerima bantuan handtractor  dari  anggota DPR RI Samsudin Siregar.  16 unit mesin pencacah tanah ini dibagikan langsung ke 10 kelompok tani di Hotel Rudang, Berastagi [Rabu 26/10]. Dalam kesempatan itu, Samsudin Siregar kepada wartawan mengatakan, bantuan alat dan mesin pertanian ke kelompok tani merupakan sebuah dukungan agar masing-masing kelompok bisa memberdayakan teknologi masa kini guna membantu meringankan pekerjaan mereka mengolah lahan.

Mesin pertanian ini  disalurkan ke petani daerah seperti Kabupaten Karo dengan harapan bisa maksimal membantu warga petani kurangi biaya dan optimalkan lahan tanam.

“Bila dikerjakan secara manual, butuh waktu lama menyelesaikannnya. Jika mesin yang bekerja tentu lebih cepat. Untuk itu, bantuan alat dan mesin pertanian  diberikan sebagai sarana membantu mempercepat pekerjaan sekaligus lebih mengenalkan kepada petani bahwa bertani menggunakan teknologi jauh menguntungkan,” kata Samsudin Siregar anggota DPR RI Komisi VIII ini.

Lanjutnya, para wakil rakyat di pusat memperjuangkan program bantuan pertanian ke daerah-daerah sebagai bentuk tanggapan mereka atas aspirasi warga Sumut yang berkeinginan memajukan pertaniannya. Warga Kabupaten Karo 70% hidupnya bercocok tanam dan 60% terimbas abu vulkanik Sinabung.

“Mereka saat ini butuh perhatian serius dari pemerintah. Sebab itu, bantuan ke para petani adalah salah satu solusi untuk mengurangi beban mereka,” kata Samsudin.

Masyarakat petani Karo menginginkan bencana Sinabung, yang telah memporakporandakan lahan pertanian mereka, bisa berlalu secepatnya untuk memulai babak baru bagi petani. Besar harapan petani di sini ke pemerintah kelompok-tani-2pusat dapat hadir di tengah-tengah mereka sekarang ini.

“Kita datang guna mendengarkan cerita mereka mengenai lahan pertanian mereka yang hancur, rumah rusak, anak tidak dapat teruskan pendidikan karena bencana,” kata Herti Delima Purba fasilitator bantuan alat dan mesin pertanian ke petani Karo.

Mesin pertanian mencacah lahan kering memang sangat dibutuhkan petani Karo. Dinas Pertanian telah meminta beberapa kali ke kementan, namun hasilnya nihil.

“Adanya bantuan ini pastinya membantu petani kami,” tambah Herti Delima Purba.

Selanjutnya Plt. Kadis Pertanian (Munarta Ginting SP) mengatakan, adanya wakil rakyat di pusat bisa memfasilitasi mereka menyampaikan kondisi terkini Tanah Karo dan petaninya.

“Bantuan bisa dalam bentuk lain mengingat warga Kabupaten Karo masih membutuhkannya,” kata Munarta dengan antusias seraya mengucap terimakasih atas perhatian wakil rakyat Samsudin Siregar dari DPR RI.

Kelompok tani yang menerima bantuan mesin pengolah lahan pertanian ini adalah:




1. Kelompok Tani Sangkep Nggeluh Desa Daulu (Kecamatan Brastagi)

2. Kelompok Tani Juma Jahe Desa Kebayaken (Kecamatan Namanteran)

3. Kelompok Tani Kharisma Horti Desa Lingga (Kecamatan Simpang Empat)

4. Kelompok Tani Sumber Rezeki Desa Cinta Rayat (Kecamatan Merdeka)

5. Kelompok Tani Rejekinta Desa Tigapanah (Kecamatan Tigapanah)

6. Kelompok Tani Balimbo Dusun II Pertibi Lama (Kecamatan Merek)

7. Kelompok Tani Jeruk Malem Desa Guru Kinayan (Kecamatan Payung)

8. Kelompok Tani Gang Mercu Desa Gurusinga (Kecamatan Berastagi)

9. Kelompok Tani Sada Dioga Desa Semangat Gunung (Kecamatan Merdeka)

10. Kelompok Tani Uruk Terong Desa Negari (Kecamatan Juhar).

 “Mungkin baru ini bisa dibantu. Di waktu yang lain saya pastikan bantuan, baik bibit maupun mesin pertanian akan merata diberikan ke setiap kelompok tani yang ada di Kabupaten Karo. Sebelum harapan ini tercapai, dukungan dan buah pikiran masyarakat sangat dibutuhkan sebagai modal berjalannya keinginan ini. Sebagai tujuan akhir adalah Kabupaten Karo bisa sejahtera masyarakatnya lewat pertanian,” ujar Samsudin Siregar dari Dapil Sumut III.

Dapat ditambahkan, Dapil III adalah mencakup 10 kabupaten/ kota di Sumut yang diantaranya adalah Kabupaten Karo.








Share This Post On
468 ad

1 Comment

  1. Mengagumkan juga memang soal bantuan ini, dari seorang anggota DPR RI,
    “kelompok tani di Kabupaten Karo menerima bantuan handtractor dari anggota DPR RI Samsudin Siregar.”
    Bagaimana seluk beluknya kok bisa terjadi bantuan demikian ya? Apakah kementerian pertanian sudah melupakan sepenuhnya petani Karo yang juga tertimpa bencana alam gunung Sinabung? Sehingga seorang anggota DPR yang harus ambil inisiatif membantu petani Karo? Haruskah begitu semua daerah, tergantung sepenuhnya dari anggota DPRnya?

    Apa lagi kalau mengingat bahwa DPR adalah institusi terkorup di negeri ini selain kantor Pajak dan Polisi. Atau apakah ini satu trobosan baru dari DPR? Mungkinkah DPR berubah dari ‘alam’ korupsinya? Dari segi teori tidak mungkin, dan dari prakteknya bisa kita lihat sendiri.

    Segalanya dan semuanya berubah memang (dialektika perubahan). Tetapi masih belum di DPR. Karena itu mengagumkan.

    Dari segi lain bantuan apa saja dan dari mana saja yang bisa meringankan penderitaan petani Karo terutama saat ganasnya gunung itu, patut diacungi jempol, masih ada yang tekun dan ikhlas mengusahakan bantuan, seperti Samsudin Siregar.

    Kalau DPR adalah institusi terkorup, bukanlah kesalahan pak Samsudin Siregar. Alam institusi itu yang memang begitu dan masih tidak mungkin berubah. Institusi lainnya seperti polisi sudah dalam proses perjalanan bikin perubahan. ‘Alam’nya lain di polisi, secara teori dan secara bangunan badannya. Di polisi sudah mungkin bikin perubahan, terutama karena kapolri menginginkan, revolusi dari atas ke bawah dalam organisasi hierarkis.

    MUG

    Post a Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: