Kolom M.U. Ginting: SIAPA SI PENUNGGANG?

cowboy-5



“Dengan upload yang dia lakukan dan menyebar luaskan di Facebook, kemudian itu bisa menjadi sesuatu yang viral. Kemudian menjadi kemarahan publik. Kita M.U. Gintinghanya ingin melihat di situ ada unsur pelanggaran atau tidak, itu saja oleh penyidik,” papar  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar 5/11.

Sangat masuk akal memang bahwa pembelokan kata-kata dari aslinya (plentir) bisa berakibat sangat serius. Yang membikin lebih serius dan berbahaya lagi ialah kalau ada aktor politik yang memanfaatkan semua berita plentiran itu sehingga lebih cepat bisa membangkitkan massa dan bikin kerusakan. Kerusuhan demo damai atau pada mulanya bermaksud damai, tetapi menjelang akhirnya malah kacau dan bikin banyak kerugian negara.

Patutlah kalau Polri tekun memeriksa dan menyelidiki semua kemungkinan tersangka dalam kerusuhan demo 411 itu, termasuk yang tersangka ikut plentir pidato asli Ahok di Pulau Seribu seperti Buni Yani. Plentiran model ini bisa membangkitkan ‘kemarahan publik’ dan suasana begini bisa dimanfaatkan oleh aktor politik yang berkepentingan dalam situasi konkret yang sedang berlangsung.

Adanya perjuangan dan pertentangan yang sedang berkobar sengit di masyarakat atau memanfaatkan KONTRADIKSI dalam masyarakat.

Dalam pernyataannya setelah demo 4/11, Presiden Jokowi bilang:

“Tapi kita menyesalkan kejadian bakda isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.”

Tegaslah dari pernyataan presiden bahwa gerakan demo yang damai itu berubah jadi brutal setelah ‘ditunggangi oleh aktor-aktor politik’. Kalau ditinjau dari segi Afbeeldingsresultaat voor image for madonna cowboypolitik, yang terdekat ialah Pilgub itu, dan lebih jelas lagi ialah para saingan Ahok dalam Pilgub itu.

Dari segi politik yang lain lagi yaitu politik Islam ekstrem di Indonesia yang diwakili oleh FPI dan kaum wahabi. Kalau ditinjau dari segi politik internasional yang sangat berkepentingan memecah belah Indonesia seperti tahun 1965 ialah golongan Greed and Power internasional yang mencari duit di banyak negeri terutama dari negeri yang kaya SDAnya. Tentang orang-orang internasional ini Paus Fransiskus belakangan bilang:

“Behind all this pain, death and destruction there is the stench of what Basil of Caesarea called ‘the dung of the devil’. An unfettered pursuit of money rules. The service of the common good is left behind. Once capital becomes an idol and guides people’s decisions, once greed for money presides over the entire socioeconomic system, it ruins society, it condemns and enslaves men and women, it destroys human fraternity, it sets people against one another and, as we clearly see, it even puts at risk our common home.”

http://fortune.com/

 

Dalam soal terorisme, Paus Fransiskus juga bilang bahwa akar dari terorisme itu adalah ‘the idolatry of money’ menjadikan duit sebagai Tuhan.  

Di Indonesia, kita punya pengalaman nyata, dimana setelah kekacauan dan teror pembunuhan 3 juta orang . . .  sim sallabim . . .  tambang emas Papua langsung diambil orang luar selama 50 tahun tanpa kompensasi sedikitpun. Belakangan baru ada yang mengubris, itupun dalam rangka minta bagian sahamnya ‘papa minta saham’.   

Orang-orang luar Greed and Power ini adalah grup politik internasional “Divide and Conquer” yang juga berada di belakang pecah belah dan perang di Timur Tengah. Taktik dan strategi grup ini ialah memanfaatkan pertentangan atau kuda-lumpingkonflik utama yang ada dalam satu negeri dengan membentuk golongan extreem untuk menggerakkan kekacauan menambah keruh situasi perbedaan atau kontradiksi yang ada di dalam masyarakat suatu negeri itu, seperti thema demo 4/11 yang dikomandoi oleh FPI Rizieq Shihab, ditambah Amien Rais, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Keempat orang ini duduk di atas mobil komando demo 4/11. Apakah aktor-aktor politik yang diatas mobil komando 4/11 ini yang menyuluh kerusuhan demo 4/11 itu atau ada yang lain atau bahkan kemungkinan campur tangan luar ‘Divide and Conquer’ internsional itu seperti di Timur Tengah sekarang dan di Indonesia 1965?

Ada juga yang menduga sasarannya ke SBY dari segi kepentingan Pilgub DKI. Dari segi kenyatan politik Pilgub DKI itu memang jelas bahwa SBY ada dan punya peranan dalam kontradiksi Pilgub karena punya calon sendiri dalam pertarungan Pilgub yang dia ingin menangkan diantara 3 calon gubernur itu. Peranan SBY sebagai Ketua PD dan ex presiden memang masih cukup besar dalam perpolitikan sekarang ini di Indonesia.

Publik mengharapkan dengan kerja tekun semua aparat bersangkutan, persoalan ini bisa jelas.









Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: