Maradona Diripuk di Pantai Bokek

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Maradona Surbakti (28) memang brandal bodoh dan bokek. Meski pernah menggelapkan sepeda motor di kawasan Pantai Bokek 3 bulan lalu, warga Gunung Merlawan, Desa Turanggi (Kecamatan Salapian, Langkat) ini masih nekad mendatangi lokasi. Parahnya lagi, Maradona Surbakti kembali berbuat ulah. Usai menenggak minuman, pelaku malah memilih kabur meninggalkan tagihan bon kasir sebesar Rp 500 ribu.

Akan tetai, begitu ditangkap, Maradona langsung digebuki lalu diserahkan kepada polisi.

Awal ceritanya begini, sekira 3 bulan lalu, dengan menumpangi beca bemotor, Maradona Surbakti mendatangi cafe tempat Andre Ginting (25) warga Jl. Jati Dusun 1A Desa Sei Mencirim (Kecamatan Sunggal) bekerja. Usai menenggak minuman, Andre Ginting pun meminta tagihan bon kepada Maradona Surbakti. Namun saat itu, Maradona Surbakti mengaku tidak memiliki uang tunai. Tak terima dengan alasan Maradona, Andre tetap mendesak.

maradona

Maradona Surbakti

Lantaran terus didesak, Maradona pun memasang siasat untuk kabur. Maradona mengatakan kalau uangnya belum diambil di ATM. Tak ingin dikelabui oleh Maradona, Andre pun meminjam sepeda motor Jupiter MX, BK 2883 milik temannya Masmur Sembiring (25) warga Simpang Melati, untuk mengantarkan Maradona ke Grai ATM terdekat.

Ironisnya, sesampainya di Grai ATM, Maradona mengatakan kalau dirinya salah membawa kartu ATM. Dengan alasan ingin mengambilnya ke rumah, Maradona pun meminjam sepeda motor tersebut lalu membawanya kabur. Sepeda motor tersebut kemudian dijual oleh Maradona ke kawasan Diski.

Maradona Surbakti berhasil ditangkap setelah pelaku kembali mendatangi Pantai Bokek [Minggu 20/11: Malam]. Kali ini, pelaku tidak singgah di cafe milik Andre Ginting. Tetapi, dia ke cafe ‘wajib senyum’ yang tidak jauh dari tempat cafe Andre Ginting bekerja. Usai menenggak minuman, lagi-lagi, Maradona berupaya menembak. Kali ini, bon kasir yang tidak dibayar sebesar Rp 500 ribu. Dengan melompati tembok pembatas, Maradona pun berupaya kabur untuk lari dari tanggungjawab.

Namun seorang waiters yang mengetahui hal itu lalu memberitahu kepada Septra Ginting si pemilik cafe ‘wajib Senyum’. Jelas saja, Septra Ginting menjadi berang. Maradona pun ditunggui karena diyakini masih bersembunyi di semak-semak. Setengah jam menunggu, Maradona akhirnya keluar dari persembunyiannya. Tak ingin Maradona kabur lagi, Septra Ginting langsung menangkap. Tak ayal lagi, Septra Ginting yang telah tersulut emosi dan beberapa warga lainnya lantas menghadiahi Maradona beberapa pukulan.




Usai dipukuli, warga lantas memeriksa tubuh pelaku, dari balik pinggangnya ditemukan sebilah pisau. Septra Ginting kemudian menghubungi Polsek Delitua. Tak lama berselang, petugas keppolisian dari Unit Reskrim Polsek Delitua tiba di lokasi. Selanjutnya, Maradona Surbakti digelandang ke Mapolsek Delitua guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Delitua, melalui Kanit Reskrimnya Iptu Jonathan SH ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan seorang pelaku penggelapan sepeda motor dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

“Korban sudah membuat laporan. Kasusnya masih dalam penyidikan. Tersangka kita amankan dari lokasi Pantai Bokek, Kelurahan Tanjung Selamat (Medan Tuntungan) ketika sedang membuat onar dalam salah satu cafe. Saat ini, penadah sepeda curian curian masih dalam pengejaran,” tuturnya.








Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: