Kolom Telah Purba: TERZOLIMI

senen



Telah PurbaSehubungan dengan situasi menjelang Pilkada DKI, agak ramai orang-orang berjualan serta membeli atribut partai dan lain-lainnya. Ada yang pesan baju kaos. Tentu saja bergambar calon-calon yang bertarung. Ada yang belanja symbol/ bendera. Ada yang pesan jaket juga. Namun ada suatu keganjilan di Pasar Senen, Jakarta.

Dari ratusan kios penjual atribut partai dan baju Pilkada yang ada di sana, atribut dan baju yg tersedia banyak hanya dijual untuk keperluan Cagub DKI Nomor 1 dan 3. Baju kotak-korak seperti yang saya kenakan ini amat susah mencarinya di sana.

senen-1Terkadang saya tersenyum sendiri membayangkan betapa hebatnya doktrinasi dan propaganda untuk para pedagang yang ada di sana. Untuk kita ketahui, mayoritas pedagang di sana berasal dari salah satu provinsi di Sumatra yang di daerah itu pun perolehan suara sewaktu Pilpres kemarin didominasi dan dimenangkan rival Presiden Jokowi, yakni Prabowo.

Amat banyak yang menutup mata dan telinga beserta akal sehatnya terhadap apa yang sudah dibuat demi kebaikan rakyat Jakarta oleh Ahok. Setiap saat diupayakan agar Ahok tidak ikut bertarung di Pilkada DKI 2017 ini. Termasuk tadi saat melintas di depan salah satu rumah ibadah di Jl. Dr. Saharjo Tebet, masih saya dengar teriakan penceramahnya bahwa “Ahok harus dipenjarakan”.

Aneh sekali negara ini sekarang. Rumah ibadah pun dijadikan arena politik. Namun, sejarah akan mencatat seperti yang sudah-sudah, yakni ORANG TERZOLIMI lah yang paling berkemungkinan menang Pilkada. Semoga ketidakadilan ini membawa kita ke arah kedewasaan berpolitik dan berfikir, sekaligus memilih pemimpin sesuai logika dan fakta. Bukan berdasarkan janji-janji politik yang dari dulu sering menjadi terkhianati. Akhirnya rakyat yang termakan omongan bual dari para calon-calon; baik Legislatif maupun Eksekutif.









Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: