Kolom Telah Purba: HATI SELEMBUT SALJU (Tangisan Ahok)





Persidangan kemarin [Selasa 12/12] kasus penistaan agama (yang direkayasa), mau tak mau akan menyisakan banyak cerita dan dari berbagai sisi kehidupan seorang anak manusia bernama Ahok. Dia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, namun harus non aktif sesuai ketentuan untuk ikut Pilkada DKI di tahun 2017 yang akan datang.


Gubernur yang begitu garang dan tak kenal kompromi dalam mengawal uang rakyat/ negara yang dialokasikan untuk Anggaran Belanja Daerah DKI. Sampai melahirkan musuh yang tidak kepalang tanggung banyaknya. Mulai dari pejabat yang tersingkir dan disingkirkan plus yang dipecat. Maka semakin bertambah pulalah “musuh” sang AHOK.

Tadinya, kita dan Ahok tidak menyangka persoalan akan menjadi sangat rumit ketika ada yang mempelintirkan omongan Ahok sewaktu kampanye di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Buni Yani yang kini menjadi seorang tersangka di kepolisian dengan sengaja mengurangi dan mengedit satu kata dalam pidato Ahok itu, lalu mengunggahnya ke dunia maya. Marahlah kaum muslimin di berbagai tempat di Nusantara ini.

Walaupun Ahok sudah berkali-kali minta maaf, namun kayaknya amarah massa belum reda juga. Sebelum persidangan ini, sudah diselingi dengan demo besar-besaran sebanyak 2 kali dan ditengarai sangat banyak menghabiskan dana, yang intinya selalu minta agar “Ahok DITAHAN’.

Menjadi sangat aneh kelihatan di Negara kita ini, yang menjunjung supremasi hukum, ketika PROSES HUKUM tidak diakui oleh mereka para pendemo dan selalu ingin memaksakan kehendaknya. Pendemo merasa sebagai kaum mayoritas di Republik ini. Tidak semua umat muslim menyetujui tuntutan pendemo itu, karena masih sangat percaya kepada lembaga penegakan hukum untuk membicarakan hal penegakan hukum dalam masalah ini.

Lebih parah lagi, ketika demo itu dicurigai masyarakat sebagai demo yang ditunggangi aksi makar terhadap pemerintahan yang SAH di bawah kepemimpinan Presiden JOKOWI. Masuk di akal jadinya ketika banyak pihak menuding bahwa demo itu ada sponsor nya yang sumber duitnya tak habis2. Dan issu jadi banyak berkembang bahwa sponsor demo adalah si A atau si B.

Di sidang kemarin di Pengadilan Jl. Gajah Mada, Jakarta Utara ini, kelihatan sekali kaum yang teriak-teriak agar Ahok ditahan itu adalah orang yang dimodali. Indikasinya dari seragam yang sama semua serta adanya peralatan speaker yang membahana dan menggelegar suaranya yang ditempatkan di atas kendaraan “khusus”. Sekaligus disediakan panggung orasi.




Ahok sebagai manusia biasa sebenarnya berhati sangat lembut sekali dan tidak sombong. Terbukti ketika Ahok kemarin pidato di Acara Mauludan di Jl. Talang no 3 Menteng Jakarta Pusat. Di kesempatan itu, dengan rendah hati Ahok mohon dan minta agar diajari dan dibimbing. Sungguh luar biasa sekali.

Hari ini pun sekali lagi Ahok menunjukkan hatinya yang lembut ketika membacakan nota pledoinya (pembelaan) sambil meneteskan air matanya.
Foto di bawah ini pun menunjukkan betapa lembutnya hati sang Ahok, ketika mendapatkan pelukan mesra penuh kasih sayang dari sang kakak angkatnya sambil berurai air mata juga.

Pantas kah kita membenci Ahok? Jika anda masih benci Ahok, ada dua kemungkinan:

1 Anda pendukung Cagub DKI yang lain dan dapat uang atau punya harapan lain.
2 Anda pernah dipecat Ahok karena anda tak becus kerja.



Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: