Orangtua dari Teroris Syafii Lolos dari Sergapan Petugas

Warung milik Herman Lubis.




IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Upaya tindak lanjut dalam pengungkapan pelaku terorisme di Desa Talun Kenas (Kecamatan Senembah Tanjung Muda Hilir, Deliserdang) yang dilakukan oleh Densus 88 anti teror, Brimob dan Personil Polres Deliserdang tidak membuahkan hasil.


Kedua orangtua tersangka Syafii bernama Herman Lubis Pak De (65) dan istrinya Ati alias Buk De (60) berhasil meloloskan diri saat hendak ditangkap di warungnya di Dusun IV Kampung Dalam Desa Talun Kenas (Kecamatan STM Hilir) [Rabu 21/12: sekira 15.30 wib]. Upaya penangkapan terhadap Herman Lubis dan istrinya karena keduanya diduga mengetahui kegiatan aksi teror yang dilakukan Syafii Lubis anak angkatnya itu.

Pantauan di lapangan, tampak ratusan polisi terlihat melakukan penggerebekan warung milik terduga terlibat dalam jaringan teroris tersebut. Bukan hanya warung milik Herman yang bersebelahan dengan gudang penampung sawit tersebut dikepung Polisi. Terlihat, Polisi yang dipinpin oleh Kapolres Deliserdang AKBP AKBP Robert Da Costa juga menyisir areal perladangan yang ada di belakang warung milik Herman Lubis.

“Polisi lambat datang. Tadi sebelum siang sekira 11.00 wib, Herman Lubis masih membuka warungnya. Begitu Pasutri itu mengetahui anaknya ditangkap polisi. Herman dan istrinya langsung kabur menyelamatkan diri ke arah Tanjung Merawa,” tutur J. Ginting warga sekitar.

Lain halnya dikatakan warga lainya, dari sepengetahuannya, sebelum dinikahi oleh Herman Lubis, istrinya Ati alias Bu De telah memiliki 3 anak (1 perempuan dan 2 laki laki). Salah satu diantara 2 anak lelaki Bu De telah ditangkap atas kasus teroris di Batam. Dari perkawinannya dengan Herman Lubis, mereka dikaruniai seorang anak perempuan.




“Sementara Syafii Lubis, kelahiran Bukitlawang, 03 Juli 1989, beralamat di Bida Ayu Blok E No. 53 Rt. 001 Rw. 015, Kelurahan Mangsang (Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepri) adalah anak angkat Bu De,” sebut sumber Sora Sirulo.

Sementara menurut Kepala Desa Talun Kenas, Mahmudin Barus saat diwawancarai,Herman Lubis sudah 5 tahun membuka warung nasi dan sekaligus kedai kopi di Dusun 4, Desa Talun Kenas.

“Kami tidak mengetahui Herman dan istrinya terlibat dalam komplotan teroris atau pun ISIS. Namun, anaknya Syafii kadang terlihat di warung milik orang tuanya tersebut,” kata Barus.




Share This Post On
468 ad

Leave a Reply

%d bloggers like this: