Kolom Edi Sembiring: FABRIKASI 5 MITOS DI ERA JOKOWI

Dan ia menjadi pemenang termuda sepanjang sejarah penghargaan tersebut.

Okky Madasari lulus dari Jurusan Hubungan Internasional (Universitas Gadjah Mada) pada 2005 dengan gelar Sarjana dalam bidang Ilmu Pengetahuan Politik. Lalu ia memilih untuk menjadi pewarta dan penulis. Pada 2012, ia mengambil jurusan sosiologi untuk gelar Master-nya dari Universitas Indonesia.

Okky kemudian memperoleh beasiswa penuh dari Universitas Nasional Singapura (NUS) pada tahun 2019 untuk menempuh program doktor pada universitas tersebut. Okky menyiapkan tesis doktoralnya tentang sensor budaya setelah era rezim Suharto.

Okky Madasari menyatakan, ada lima musuh demokrasi di era digital yang harus dilihat secara jeli:

Pertama, kedangkalan berpikir merupakan kunci dari kesalahan kita mengolah informasi di era digital ini.

“Berikutnya adalah algoritma yang dikontrol, sehingga jika cara pandang kita sudah tidak bisa memilih yang baik dan bermanfaat untuk dikonsumsi oleh otak kita, maka kita akan terjerumus dalam perangkap algoritma yang mempengaruhi mindset kita,” jelas Okky.

Poin ke tiga, lanjut Okky, yaitu hoax yang sudah ada pabriknya, dikelola untuk memboomingkan informasi-informasi yang mengalihkan fokus masalah-masalah negara yang seharusnya sebagai masyarakat juga ikut mengontrol kebjiakan-kebijakan pemerintah.

“Ke empat adalah buzzer-buzzer yang dibayar untuk menyerang argumen-argumen kritis terkait persoalan yang dihadapi rakyat. Banyak sekali kita lihat misalnya di TikTok ketika kita memposting hal-hal yang menyinggung mereka, pasti cepat sekali para buzzer akan menyerbu di kolom komentar,” lanjut Okky.

Dan yang ke lima menurutnya yaitu pemberangusan demokrasi yang dilakukan oleh penguasa melalui UU ITE. Adapula pasal terbaru terkait penghinaan presiden dan wakil presiden yang masuk ke dalam pasal 218 ayat (1) KUHP. Ruang Demokrasi di Era Digital saat ini sedang dipersempit dengan hal ini.

“Permasalahan serius ini hanya bisa kita hadapi dengan memelihara keberanian dan memelihara pemikiran kritis. Sehingga, mampu mempraktekkan demokrasi dengan baik dari dalam mindset kita dan berani bertindak untuk kebenaran!” tegas Okky.

Dalam Diskusi Publik “Guncangan Demokrasi: Dinasti Politik, Netralitas Penyelenggara Pemilu dan Politisasi Yudisial” yang diadakan Pusat Kajian Konstitusi, Demokrasi dan HAM,” di Fakultas Hukum Universitas UGM (22 November 2023) Okky Madasari hadir membahas fabrikasi 5 mitos. Menurutnya, apa yang kini kita hadapi tidak terjadi secara tiba-tiba.

Okky menyatakan, ia melihat strategi fabrikasi 5 mitos yang dilakukan di era Jokowi sehingga membuat sebahagian masyarakat Indonesia terlena.

Adapun 5 mitos itu adalah:

1. Mitos orang baik.

2. Mitos setiap orang bisa berkompetisi.

3. Mitos pemimpin muda.

4. Mitos pemimpin gemoy.

5. Mitos Presiden netral.

Penjabaran masing-masing mitos itu bisa ditonton pada video berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.