Kolom Edi Sembiring: PRABOWO-GIBRAN TAK KAMPANYE DI HARI PERTAMA — Niat enggak sih ikut Pilpres?

Kemudian, ke Ciracas Jakarta Timur, Bogor dan Bandung di Jawa Barat.

Muhaimin Iskandar mengambil cuti sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk kampanya Pilpres 2024. Agenda kampanye perdananya akan berkunjung ke rumah ibunya di Jombang Jawa Timur (Jatim) untuk meminta izin. Setelah itu, beliau berkampanye di beberapa wilayah Jatim seperti Kota Surabaya.

Lain lagi dengan pasangan Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud, dimulai dari dua sisi ujung Indonesia, yakni Aceh dan Papua. Ganjar mulai dari Papua dan Mahfud mulai dari Aceh. Masing-masing terus bergerak ke banyak daerah hingga bertemu di Jakarta sebagai tempat kampanye terakhir dari pasangan calon ini.

Ganjar memastikan akan menyerap aspirasi dari banyak daerah. Dari banyak kelompok masyarakat.

“[Kami] bertemu dan berkomunikasi [dengan masyarakat] lebih intens,” jelas Ganjar.

Bagaimana dengan pasangan Prabowo-Gibran?

Prabowo-Gibran tetap menjalankan tugas pemerintahan di hari pertama kampanye. Prabowo menemui Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor dalam tugasnya sebagai Menhan.

Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid mengatakan, secara aturan Prabowo-Gibran memang dibolehkan mengambil cuti sebagai pejabat negara selama 3 bulan penuh. Namun, Prabowo-Gibran hanya akan cuti maksimal dua hari dalam satu pekan.

“Beliau sudah memutuskan akan tetap menjadi Menhan dan Wali Kota dan hanya cuti maksimal 1 minggu, dua kali,” kata Nusron dikutip dari media online JawaPos [Selasa 28/11].

Jadi sebenarnya, Prabowo-Gibran niat enggak sih ikut Pilpres?

Dari beberapa hari yang telah berlalu, dari sekian belas forum pertemuan untuk pemaparan gagasan, Prabowo-Gibran lebih banyak tak hadir. Dari sekian bulan kesempatan untuk berkampanye, Prabowo-Gibran hanya memanfaatkan 2 hari dalam sepekan.

Jadi siapa sebenarnya yang akan mengkampanyekan program Prabowo-Gibran hingga ke banyak daerah? Siapa yang menyerap aspirasi kelompok-kelompok masyarakat di akar rumput? Siapa yang menyapa dan memeluk rakyat kecil di daerah terpencil dan meyakinkan mereka bahwa mereka akan mampu menjadi pemimpin yang membawa kemakmuran?

Dan masih banyak pertanyaan lainnya…

Atau Prabowo-Gibran merasa tak perlu mendengar suara-suara di bawah? Karena bisa saja malah akan mendengar ketidakpuasan atas kepemimpinan Jokowi dalam 2 priode ini. Atau rakyat tinggal terima saja? Semua sudah dipikirkan. Semua akan bahagia dengan program makan siang.

“Tenang Pak Prabowo, saya sudah di sini, di sana, di situ, di sono, di…” Samar-samar terdengar suara yang tak asing. Bukan suara anak muda itu.

Ah… ini seperti mimpi buruk… Ya, bukan suara anak muda itu. Karena dia pun tak siap. Termasuk saat ditanya wartawan:

Wartawan: Mas kenapa memilih Jabodetabek sebagai kick off pertama kampanye Prabowo-Gibran?

Gibran: Yang kayak gitu gak perlu ditanyakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.