UBIQUITY SPROUTING CORPORATION RESMIKAN SARANA PEMBIBITAN KECAMBAH KACANG TANAH — Dengan Kapasitas Harian 1.000 Kg

ADINDA DINDA | TAIPEI (Taiwan) | Ubiquity Sprouting Corporation (USC) menjadi pionir Budi Daya Kecambah Kacang Tanah yang Berkelanjutan di sebuah Fasilitas yang Penuh Terobosan di Taiwan. USC meresmikan fasilitas yang penuh terobosan ini di Taiwan untuk memproduksi kecambah kacang dengan kapasitas harian hingga 1.000 kg. 

USC ingin memimpin industri setelah menjadi pemain pertama yang membudidayakan kecambah kacang tanah berskala besar secara organik tanpa menggunakan bahan kimia.

Fasilitas inovatif ini juga hemat energi, hanya memakai air dalam kegiatan budi daya kecambah. Apalagi, berat kecambah kacang tanah ini bertambah 3,5 kali hanya dalam lima hari. USC berhasil mengembangkan teknologi yang hemat biaya untuk memperluas skala produksi dengan cepat, mengatasi tantangan yang kerap timbul ketika memakai metode tradisional, seperti masalah bakteri dan jamur.

Menurut Profesor Chiu, dijuluki “Raja Kacang” di Taiwan, kacang tanah yang terkontaminasi penyakit tersebut sulit berkembang.

Inventor USC Chang berkata, kecambah kacang tanah jarang ditemui di pasar, dan proses budi dayanya kerap menemui sejumlah tantangan. Bahkan tingkat kegagalannya tergolong tinggi sehingga komoditas ini langka.

Kecambah kacang tanah benar-benar bermanfaat bagi kesehatan, memiliki banyak kandungan resveratrol—zat dengan konsentrasi 100 kali lebih besar ketimbang kacang, dan memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit.

Riset dengan metode telaah sejawat menunjukkan, Resveratrol memiliki banyak khasiat, mulai dari antipenuaan hingga melindungi jantung dan lain-lain, sehingga berpotensi memperpanjang usia manusia.

USC telah merancang empat model budi daya beragam sayuran dan buah, termasuk taoge (MS001), kecambah kacang tanah (PS101), sayuran berdaun (LV201), serta sayuran dan buah yang merambat (VV301). Sebelumnya, USC berhasil memasarkan fasilitas kacang hijau di Taiwan dan Tiongkok Daratan dengan kapasitas harian mencapai 37.500 kilogram yang dihasilkan 25 lini produksi.

Produk tersebut kini dijual di beberapa jaringan gerai ritel modern, termasuk Carrefour Taiwan. USC berkomitmen memperkenalkan kecambah segar di pasar Taiwan—bahan kuliner bernutrisi dan lezat.

Kecambah berusia satu hari ini, berasal dari kacang tanah, kacang hitam, dan kacang kedelai, merupakan produk yang jarang ditemui di pasar. Produk ini tak hanya segar dan sarat nutrisi, namun juga bebas dari bahan kimia.

Selain menjalankan budi daya sayuran dan buah secara independen atau berkolaborasi dengan mitra-mitra, USC juga akan memproses bahan pangan ini menjadi beragam produk, seperti makanan ringan, kue kering, makanan pencuci mulut, kue pai gurih, acar, dan lain sebagainya.

Michael Lai, Pendiri USC, berkata, mereka akan terus mengembangkan bisnis sayur-sayuran di seluruh dunia.

“Namun, kami juga mencari mitra-mitra untuk mendirikan usaha patungan, menjalin kerja sama lisensi bisnis, atau membeli fasilitas budi daya kami. Dengan teknologi Ubisprouting, kita dapat melakukan budi daya yang lebih baik dan ramah lingkungan untuk menghasilkan berbagai jenis bahan pangan bagi warga bumi,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.