PENGAKUAN GANJAR TERHADAP SUKU OSING DI JAWA

SULASTRI | BANYUWANGI | Banyak orang tidak mengetahui kalau di Pulau Jawa terdapat beberapa suku lain bukan hanya Jawa dan Sunda. Selain Betawi, Badui, dan Madura, ada juga beberapa kelompok lain yang mengaku bukan bagian Suku Jawa maupun Suku Sunda atau suku-suku lainnya yang disebutkan barusan.

Ada yang menyebut dirinya Suku Anak Kalang.

Adapula Tuban yang sering dianggap sebagai bagian dari Suku Jawa, tapi mereka sendiri mengakui dirinya suku tersendiri dan bukan Suku Jawa.

Demikian juga halnya sekelompok masyarakat yang menyebut dirinya Suku Tengger di Gunung Bromo (Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur). Mereka adalah sisa-sisa Rakyat Majapahit yang memiliki tradisi tersendiri, berbeda dengan Jawa.

Sama pula halnya dengan warga Desa Kemiren (Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi). Meki mereka jumlahnya sangat sedikit atau kelompok kecil, mereka mengakui dirinya Suku Osing, bukan bagian darin Suku Jawa. Sejarah mencatat, Suku Osing merupakan keturunan warga asli Majapahit yang mengungsi ketika terjadi peperangan di masa lampau.

Meski hanya tinggal beberapa orang saja yang masih berkomunikasi menggunakan bahasa Osing namun mereka masih melestarikan tradisi dari nenek moyang mereka hingga saat ini.

Kunjungan Calon Presiden nomor urut 03 (Ganjar Pranowo) ke Desa Kemiren tentu saja bukan untuk memburu suara warga suku ini yang sangat kecil jumlahnya. Lebih dari itu, kunjungannya ke sana menunjukkan pengakuannya terhadap kemandirian budaya Suku Osing dan komitmennya mendukung kelompok-kelompok minoritas di seluruh Indonesia.

“Saya dan Pak @Mahfud berkomitmen jika kami menerima amanah untuk memimpin negeri ini, perlindungan bagi masyarakat adat harus diutamakan,” kata Ganjar terkait kunjungannya ke warga Suku Osing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.