Kolom Andi Safiah: ANTARA KEBENARAN DAN KEKUATAN

0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

Sebagai sebuah species, manusia memilih kekuatan dibandingkan dengan kebenaran. Kita menghabiskan lebih banyak waktu dan usaha mengendalikan dunia daripada mencoba memahaminya. Bahkan, ketika mencoba memahaminya, kita biasa melakukannya dengan harapan, setelah memahami dunia, kita akan lebih mudah mengendalikannya.

Oleh karena itu, jika anda mengimpikan ada masyarakat dimana kebenaran berkuasa dan mitos diabaikan, jangan harapkan muncul di kalangan homo sapiens. Lebih baik cobalah keberuntungan anda pada species lain macam Simpanse.

Penyataan yang meluncur secara jujur dari pikiran Yuval Noah Harari menyadarkan saya pada suatu kenyataan, ketika seorang propagandis terkemuka Nazi (Joseph Goebbels) melancarkan mesin propaganda yang terlihat rumit, faktanya tidak serumit yang kita bayangkan.

JG melancarkan propaganda dengan argumen yang sangat sederhana “bahwa kebohongan yang diceritakan sekali itu tetap kebohongan, tapi kebohongan yang diceritakan seribu kali akan menjadi kebenaran”.

Jadi, tidak perlu heran jika dunia ini memang sejak lama sudah dikendalikan di atas kekuatan yang secara terus menerus dan sadar mempropagandakan kebohongan, sehingga kebohongan tersebut menjelma menjadi kebenaran.

Bahkan hampir seumur hidup anda dipenuhi dengan cerita-cerita kebohongan yang aslinya dikarang oleh manusia. Karena cerita bohong tersebut melekat begitu keras dalam kesadaran anda, anda pun tidak kuasa melawan dengan beragam alasan yang juga lahir dari pikiran anda sendiri.

Beruntunglah mereka yang pikirannya mengalami sebuah keadaan pencerahan. Baik itu dilakukan atau diperjuangkan secara sadar. Atau tidak sengaja menemukan kebenaran yang membebaskan pikirannya dari beragam cengkeraman cerita bohong.

Mungkin ini juga menjadi alasan mengapa pemikir bebas sekelas George Bernard Shaw pernah meluncurkan pernyataan kontroversial, bahwa kurang dari 2% penghuni planet ini yang benar-benar berpikir, 3% sisanya pura-pura berpikir dan 95% lainnya lebih baik mati dari pada berpikir.

#itusaja

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: