18.000 Unit Trailer Mogok Di Tanjungpriok, Ekonomi Nasional Terancam — Sorasirulo
← Beranda

18.000 Unit Trailer Mogok Di Tanjungpriok, Ekonomi Nasional Terancam

Keadaan lengang di Pelabuhan Tanjungpriok saat berlangsungnya mogok hari ini (Foto: Mulia Sembiring)[/caption] MULIA SEMBIRING. TANJUNGPRIOK. Sejak hari ini …

IPC rencananya akan memonopoli bidang transportasi dan lain-lainnya di Pelabuhan Tanjungpriok. Selain armada trailler IPC tidak ada yang diperbolehkan beroperasi di dalam pelabuhan. Aksi mogok yang dilakukan hari ini adalah untuk memperotes IPC agar tidak meneruskan rencananya. Jika diteruskan, perusahaan-perusahaan angkutan trailler ini akan bangkrut. Mereka tidak akan menerima pesanan pengangkutan barang lagi bila monopoli dari IPC berlangsung. Riibuan karyawan menggunakan sepeda motor melintasi Jl.Tole Iskandar. Macet total, sweeping masuk kawasan pabrik (Foto: Mulia Sembiring)[/caption]

Mogok dimulai sejak pagi tadi diawali dengan sweepping oleh pengurus Organda dan Serikat Transportasi ke dalam garasi trailler di sekitar Jl.Cacing, Cilincing dan seputar jalan raya menuju Pelabuhan Tanjungpriok. Finishnya di Pos 09 Pelabuhan Tanjungpriok sebagai pintu utama masuk Pelabuhan Tanjungpriok. Sudah ada Organda berjaga-jaga agar tidak ada angkutan yang bisa masuk ke dalam Pelabuhan Tanjungpriok.

Akibat aksi mogok, IPC, pengusaha angkutan, konsumen pemakai jasa pelabuhan, pemilik barang dan lain-lainnya dipastikan rugi besar. Apalagi pergerakan uang dengan nilai Triliunan rupiah per hari sebagai neraca perdagangan terbesar di Indonesia ini berhenti total.

Pihak Organda mengharapkan pemerintah mengambil keputusan yang bijaksana dalam hal ini. Apalagi jelas-jelas saham IPC ini sudah sebagian besar dikuasai oleh pihak asing. Rencana aksi mogok ini direncanakan selama 6 hari ke depan atau sampai hari Sabtu nanti.

Amatan Sora Sirulo di lapangan, Pelabuhan Tanjungpriok saat ini sedang sepi dan senyap. Hanya armada milik PBM yang beroperasi di dalam pelabuhan untuk melayani bongkar muat kapal barang. Jika aksi ini berlanjut, dipastikan operasional di Pelabuhan Tanjungpriok akan lumpuh. Bila barang yang dibongkar datangnya dari kapal, maka Depo di pelabuhan akan penuh dengan barang karena tidak ada pergerakan pemuatan. Proses muat barang ke kapal juga akan tertunda karena tidak ada yang mendrop barang ke dalam pelabuhan.

Jumlah armada PBM saat ini tidak akan mampu melayani sendiri operasional di Pelabuhan Tanjungpriok. Diramalkan, keadaan akan menjadi kacau balau bila mogok berjalan terus.