Kakak Ipar Horas Sianturi: Perut Horas Tembus Ke Punggung
Boru Sitorus Pane, kakak ipar korban saat berada di Polsekta Delitua (Foto: Iamnuel Sitepu)[/caption] IMANUEL SITEPU. DELITUA. Boru Sitorus Pane (30) yang me…
Sebelum kejadian, Horas minum tuak di salah satu kedai tuak di Pasar Inpres itu. Lantaran Horas mantan penjaga Pasar inpres tersebut, dia mendatangi pasar untuk meminta cabe dengan alasan membuat tambul minuman tuaknya. Aksi Horas yang meminta cabai diketahui oleh penjaga pasar. Kedua belah pihak sempat adu mulut,. Karena tidak dapat menahan emosinya Horas, penjaga pasar langsung menikam Horas dengan kelewang di bagian perut hingga tembus sebanyak 2 kali dan urat tangan serta kaki korban juga putus disayat para pelaku. Tidak itu saja, Horas juga dilempar batu hingga tidak sadarkan diri.
"Dulunya, Horas juga bekerja sebagai penjaga parkir pasar di sini, bang. Namun, dia keluar dari OKP karena sesuatu hal. Kemaren, saat kejadian, dia sedang minum tuak. Tapi kepengen buat tambul lantas ke pajak minta cabe. Namun, kawan-kawannya yang lama malah menentangnya dan menuduhnya keluar dari OKP karena ingin masuk OKP lain. Mendengar pernyataan tersebut, Horas menjadi emosi hingga keduanya pun berkelahi. Horas pun ditikam kelima pelaku tersebut," tutur boru Sitorus yang juga mengaku melihat adik iparnya dibantai 5 pelaku.
Br Sitorus berharap kelima pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.