Kenangan: I Don't Want To Talk About — Sorasirulo
← Beranda

Kenangan: I Don't Want To Talk About

Oleh: Alexander Firdaust Meliala Lagu I Don't Want To Talk About It dari Rod Steward terdengar merdu malam ini. Ditambah semakin dinginnya suasana serta suny…

Di satu sisi, hatiku tak mau berbicara tentang dirinya. Namun, semakin kuat hati memberontak, seiring itu juga ingatan akan dirinya semakin nyata di dalam benak. Tanpa bisa terbendung, setetes demi setetes air mata mulai membasahi keyboard komputer di hadapanku, sekaligus sebagai alat yang membantuku menuliskan kata-kata ini huruf demi huruf. Aku pernah dengar ocehan orang-orang. Kadang kala kata-kata tersebut kujadikan pedoman setelah mereka berkata kepadaku: “Seorang lelaki tidak boleh menangis, Apalagi Jika menangis untuk seorang perempuan.” Untuk malam ini, aku seakan tidak punya malu lagi, dan air mata terus menetes dengan derasnya sederas hujan yang saat bersamaan telah turun dengan derasnya di luar sana. Tak seorangpun melihat akan apa yang aku lakukan malam ini, namun aku tidak bisa membohongi diri sendiri, bahwa aku betul-betul menangis sekeras-kerasnya untuk melampiaskan kesedihan yang membuat dada semakin sesak. Foto: Ita Apulina Tarigan[/caption]

Lagu berganti dari Winamp pemutar MP3 di komputerku. Saat ini, lagu yang sedang berbunyi adalah lagu yang berjudul I Love You More Than You`ll Never Know. Seiring dengan kehadiran lagu ini, meskipun tidak sesuai lagi dengan apa yang aku pikirkan. Namun, sedikit demi sedikit aku kembali tersadar dari lamunan tentang dirinya.

Aku mencoba kembali berfikir jernih. Dia yang sebenarnya tidak pernah kutemui. Dia yang tidak pernah mengungkapkan cinta kepadaku. Namun, mengapa aku selalu teringat akan dia? Satu hal yang ingin aku tanya kepadanya, yang sudah menghilang dari hadapanku beberapa hari terakhir untuk memenuhi ambisinya sebagai seorang manusia yang tidak pernah sempurna.

“Akankah engkau juga teringat kepadaku seperti aku teringat akan dirimu malam ini?”

* Sebuah catatan pada 06/04/2007, dipublikasikan di blog Friendster pada 12:15:12 AM. Keberadaan blog itu kini sudah lenyap ditelan gelombang arus dunia maya yang membentang luas tiada tara.