← Beranda Budaya & Adat · Kam, 11 Apr · 2 mnt baca
Ketua Rakoetta Brahmana Centre Ke Klinik Pertanian Ipb Bersama Dr. Suryo Wiyono, Dr. Widodo dan Ir. Johan Brahmana di Klinik Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) [/caption] LORETA KAROSEKALI. BOGOR. Setelah m…
Menurut Dr. Suryo, lalat buah disebabkan oleh tanaman jeruk yang sudah tua dan cendawan. Kebiasaan para petani meninggalkan ladang yang tidak produktif, disebabkan usia tanaman yang sudah tua, menjadikan sumber penyakit lalat buah, CVPD dan Tristeza. Usia produksi tanaman jeruk adalah 13 tahun.
Menurut UUD No.12 tahun 1992 Tentang Budidaya Tanaman, tanaman setelah usia produktif harus dilakukan replanting dengan campur tangan pemerintah. Dengan pokok pikiran bahwa tanaman yang sudah tua harus ditebang hingga akar. Dari sisi ekonomis masyarakat, pemerintah bertanggungjawab menanggulangi ekonomi masyarakat yang ladangnya termasuk di dalam masa replanting. Replanting bertujuan menyehatkan tanaman baru dengan kondisi tanah sehat.
Menurut Dr. Suryo yang baru saja mengunjungi Kabupaten Karo bersama Departemen Pertanian, masalah lalat buah di Kabupaten Karo hanyalah berkisar 23 %, sementara yang lebih banyak adalah masalah ‘Stem End Not’. Petani Karo menyebutnya Kerah Tangke , yang disebabkan oleh cendawan. Namun identifikasi yang salah memukul rata atas masalah lalat buah. Masalah ‘Kerah Tangke’ berasal dari tanaman tua (berusia sekitar 13 tahun lebih) dan pupuk/ nutrisi yang kurang. Selain lalat buah dan kerah tangke , penyakit tanaman jeruk juga banyak disebabkan oleh virus Tristeza.
Dr. Suryo dan Dr. Widodo menganjurkan, ladang harus selalu dibersihkan dari buah-buah yang jatuh akibat lalat buah ataupun kerah tangke dengan memasukkan ke kantung-kantung plastik atau goni plastik yang diikat erat agar kuman lalat buah dan virus turut mati di dalamnya.
Selain mendengar ulasan mengenai penyakit jeruk, Nancy menyempatkan diri menanyakan kemungkinan kerjasama antar lembaga, antara IPB dengan RBC, Dalam hal ini, kiranya Klinik Pertanian IPB bersedia bekerjasama dengan RBC di dalam penyuluhan, seminar, bimbingan kepada petani dan menerima pembelajaran petani di IPB.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.