← Beranda Budaya & Adat · Min, 16 Jun · 2 mnt baca
Kolom Ita Apulina Tarigan: You'll Always On My Mind Setiap sore, laki-laki itu bersama anak perempuannya mengayak pasir dan mengaduk semen, kemudian mencetaknya menjadi batako. Setiap hari tak kenal lelah, kar…
Setiap sore, laki-laki itu bersama anak perempuannya mengayak pasir dan mengaduk semen, kemudian mencetaknya menjadi batako. Setiap hari tak kenal lelah, karena si bapak harus pergi ke luar pulau untuk tugas belajar. Pergi keluar pulau berarti harus pindah dari rumah dinas, sementara mereka belum punya rumah sendiri. Si Bapak kejar target membangun rumah dengan biaya secukupnya agar anak istrinya bisa ditinggal dengan tenang dalam rumah yang nyaman. Ketika rumah itu akhirnya berdiri, anak perempuannya bangga sekali karena ikut berpeluh membangun rumah mereka, batako demi batako.
Mereka memang dekat sekali, seperti partner in crime . Suatu ketika sang Bapak dengan anak perempuannya mengendarai mobil dari Medan menuju Kabanjahe. Mobil butut mereka walau tua tapi terawat sekali. Si Bapak dengan bangganya menceritakan kehebatan mobilnya dan kehandalannya. Untuk mendukung ceritanya, laki-laki itu mulai memacu kenderannya dengan kecepatan tinggi, dan anak gadisnya tertawa-tawa bangga setiap Bapaknya berhasil menyalip kendaraan lain. Apesnya, di sebuah tikungan patah di daerah pegunungan, sang Bapak tidak bisa lagi menguasai mobil, mendadak di balik tikungan sebuah angkot sedang mogok. Alhasil, mereka menabrak angkot sambil terguling. Polisi turun tangan dan anak gadisnya lembam-lembam. Sang Bapak merasa bersalah sekali, tidak peduli harus bayar berapa atas kerusakan angkot itu.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.