← Beranda Budaya & Adat · Kam, 18 Jul · 2 mnt baca
Penegasan Sikap Karo Bukan Oleh: Edi Sembiring (Jakarta) Penegasan Karo Bukan Batak bukan untuk kepentingan saat ini. Untuk nanti 10-15 tahun lagi, saat anak-anak kita sudah dewasa. Se…
Dalam diskusi, selalu saja hadir pertanyaan, apa untung dan ruginya menolak Batak? Akhirnya aku harus menjawab, untuk anak-anak kita nanti, agar mereka tak begitu saja menerima labelisasi Batak. Dan, pastinya bagi yang berada di Sumatera Timur mempunyai kepercayaan diri dengan memandang luasnya kekerabatan Karo lintas kabupaten. Ini kekuatan geopolitik. Penampilan TARTAR BINTANG di Tongtong Fair, Den Haag (Nederland)[/caption]
Bagi ‘imigran’ Karo, akan tampil sebagai masyarakat komunal perantauan yang mandiri yang dikenal sebagai orang Karo bukan sebagai orang Batak. Kalau kita berbeda, mengapa harus ditarik untuk sama dengan mereka. Berbeda bukan berarti meruntuhkan nasionalisme. Seperti kata Bung Karno, “alangkah indahnya Taman Sari Indonesia.” Perbedaan itu justru kita lihat sebagai keindahan persatuan yang mengisi nusantara. Di sana ada Sunda, Cirebon, Jawa, Madura, Mandailing, (Batak) Toba, Karo, Papua, Bali, Dayak, Mantawai, Padang, dll.
Ayoo…maju laskar Haru! Pa Garamata, Datuk Surbakti Sunggal pun tahu kapan saatnya dan waktunya angkat suara atas nama kaumnya. Tak pernah merasa takut berjuang sendiri, karena justru pada akhirnya dukungan hadir dari suku-suku berbeda.
Semua tersebab karena keberanian menyatakan sikap! // //
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.