← Beranda Budaya & Adat · Sen, 27 Mei · 1 mnt baca
Putri Indramayu Turun Ke Jalan Lebih Dini Dari Putri Putri Indramayu menjajakan dagangannya di Pelabuhan Tanjungpriok[/caption] MULIA SEMBIRING. TANJUNGPRIOK. Foto ini tidak jauh suasananya dengan berita kemari…
Putri Indramayu turun ke jalan lebih dini daripada pedagang asongan yang umumnya adalah Putri Madura. Selain bermodalkan penampilan, mereka membawa barang bawaan 1 kantong kresek besar, lebih kurang 5 kg beratnya, berisi barang campuran. Mungkin saja rokok, suplemen saset (extra zoss, dll), pop mie dengan jumlah seadanya. Plus, satu lagi yang harus mereka bawa, termos air panas yang tidak bisa mereka lupakan untuk keperluan kehangatan.
Putri Madura menguasai sekitar 70% pedagang asongan perempuan di Pelabuhan Tanjungpriok. Selebihnya, 30%, adalah perempuan-perempuan dari Indramayu.
Putri Madura terkenal karena mereka lebih nekat dan lebih berani menghadapi apa saja demi memperoleh rupiah dan mempertahankan profesinya. Selain itu, emansipasi sesama orang Madura sangat tinggi.
“Salah pegang bisa berabe,” kata orang-orang Betawi mengenai perempuan-perempuan Madura ini.
Lain hanya dengan Putri Madura, Putri Indramayu lebih santai dan lembut. Tuturkatanya juga lebih halus. Sedikitpun tak kasar. Tapi, épé labo lit upah melantar, banci kang kam “dungina” jé.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.