Sebuah Jembatan Di Kecamatan Namorambe Terancam
Bergeser. Tampak salah satu penyangga jembatan telah bergeser akibat fondasi penyangga terkikis air (Foto: Imanuel Sitepu).[/caption] IMANUEL SITEPU. NAMORAM…
Lain halnya dikatakan Bistok Simorangkir (53). Menurut pria berperawakan kurus yang mengaku kerap memancing di sekitar lokasi jembatan, dampak dari bergesernya penyangga jembatan akibat penambangan Galian C secara liar yang semakin tidak terkendali di sekitar jembatan.
"Semua alur sungai di sini habis dirusak untuk diambil materialnya. Bahkan di beberapa titik, alur sungai telah dipersempit oleh pelaku penambangan liar. Sehingga berdampak buruk pada kondisi jembatan," katanya.
Sayangnya, kata Simorangkir, pihak terkait yakni Camat Namorambe, tidak pernah melakukan penertiban terutama Galian C liar yang ada di bagian hulu jembatan yang jumlahnya makin bertabur.
"Padahal, jembatan itu sangat vital, sebab dilalui setidaknya 10 desa. Kalau jembatan itu sampai putus, maka sangat memberatkan masyarakat menuju ibu kota Kecamatan Namorambe. Warga harus memutar ke jalan lain melalui Kecamatan Biru-biru dengan jarak tempuh yang cukup jauh," pungkasnya.
"Nah kalau sudah begini, pasti tidak ada lagi yang mau bertanggungawab. Sementara, masyarakat sangat membutuhkan jembatan ini sebagai jalan alternatif menuju Kecamatan Namorambe. Bila ini dibiarkan, sangat dikhawatirkan akan mengambil korban jiwa." katanya lagi.
Camat Namorambe drs. Hendra Wijaya ketika hendak dikonfirmasi Sora Sirulo di kantornya, tidak ada di tempat. Menurut salah satu pegawai, Camat sedang keluar kantor.