Sekeluarga Tewas Dibantai — Sorasirulo
← Beranda

Sekeluarga Tewas Dibantai

IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Patar Ginting (50) warga Dusun II Pondok Tengah Desa Suka Mulia Hilir (Kecamatan Namorambe) tewas bersimbah darah bersama istrinya…

Melihat kejadian itu, Aisyah br Ginting (7) yang merupakan anak tunggal korban hendak mendatangi ayahnya ke teras rumah bercat putih itu. Namun pelaku yang sudah kalap, langsung menyembelih korban di ruang tengah dimana pasangan suami istri dan anaknya tersebut tidur. Seketika itu juga Aisyah tewas ditempat dengan kondisi leher nyaris putus.

Sang istri, yang mengetahui kejadian itu, mencoba melarikan diri dengan bersembnyi di kamar mandi. Namun usaha ibu muda ini sia-sai. Sang istri juga ditemukan tewas di kamar mandi dengan mendapat luka tikaman dalam posisi telanjang. Kuat dugaan, sebelum dibantai, dia terlebih dahulu diperkosa secara bergilir oleh tersangka. Setelah tahu korbannya tewas, para pelaku yang masuk ke dalam rumah dengan kondisi tanpa menggunakkan sendal, langsung menggasak kotak infak, perhiasan, uang dan HP korban. Selanjutnya para pelaku pun kabur ke belakang rumah korban dan hilang di kegelapan malam.

Warga yang mengetahui itu langsung mendatangi rumah korban dan selanjutnya melaporkan ke Kepala Desa Suka Mulia Hilir Nggeluh Pelawi. Mendengar laporan warganya, Kades pun meneruskannya ke Polsek Namorambe. Tak berselang lama, Tim Reskrim dipimpin langsung Kapolseknya AKP SH Karo-karo disusul Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patria tiba di lokasi kejadian.

Setelah tiba di TKP, AKBP Dicky Patria pun langsung mengusir wartawan yang berada di lokasi, bahkan dengan arogannya dia menyorong kru koran ini. "Tidak ada yang boleh masuk ke area garis polisi. Keluar kalian!" teriaknya lantang.

Mendengar itu, sejumlah wartawan yang lebih dulu tiba di lokasi langsung keluar dari batas garis. Mereka mengatakan Kapolres Deliserdang terlalu arogan menyuruh wartawan keluar dari area TKP. Kapolres Deliserdang AKBP Dicky Patria saat diwawancarai mengatakan, motifnya masih diselidiki.

"Dugaan sementara, korban dirampok. Soalnya, kotak infaq, uang, perhiasan dan HP korban rahib dari rumah korban. Bahkan kotak infaq yang terbuat dari kaca itu, ditemukan sejauh 300 meter dari TKP, dengan posisi kacanya telah pecah, dan uang yang berada di dalam yang ditaksir lebih dari Rp. 5 juta dibawa lari oleh pelaku," terang Dicky.