Fenomena Jokowi: Kembali Ke Biasa-biasa
Fransisca mengekspresikan Indonesia yang yang biasa-biasa saja kepada Juara R. Ginting (Foto: Sria van Munster) (click foto untuk ukuran besar)[/caption] LOR…
“Bagaimana maksudnya biasa-biasa saja dalam hubungan antar agama?” Tanya Sora Sirulo.
“Yah, kita memang sudah berbeda. Ya, berbeda. Apa anehnya berbeda agama? Yang diperebutkan dalam perbedaan agama apa? Paling kekuasaan, uang dan entah apa lagi. Dan, itu hanya orang-orang tertentu yang memperolehnya dalam perebutan itu. Kita tidak dapat apa-apa. Mengapa kita rakyat biasa dilibatkan dalam perebutan-perebutan seperti itu? Akibatnya, kita rakyat biasa ini sendiri yang merasa tidak aman di tengah-tengah masyarakat,” papar Lilies.
Apa hubungannya dengan Pilpres?
“Kita butuh pemimpin yang menganggap perbedaan agama biasa-biasa saja. Tidak usah didramatisir dan diplintir ke sana ke mari,” jawab Lilies tegas. Berita terkait:
Foto Pilihan: Dubes RI Untuk Belanda yang Simpati
Fenomena Jokowi: Bus Indonesia di Den Haag?
Pilpres di Belanda Membludak // //