Kolom M.u. Ginting: Kbb Dan Tanda-tanda — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Kbb Dan Tanda-tanda

Pemuda Karo Medan (PKM) melakukan kunjungan ke Istana Maium dan berdialog dengan keluarga Kesultanan Deli soal Kekaroan Kesultanan Deli. Lihat beritanya di h…

Kolom M.u. Ginting: Kbb Dan Tanda-tanda

Walaupun dalam berbagai perumusannya di tiap negeri berbeda-beda, tetapi itulah hakekatnya. Orang-orang kiri lama maupun kanan lama pada berlarian ke partai kanan baru yang nasionalis. Tetapi partai-partai lama itu masih belum mengakui atau memahami perubahan zaman ini, terutama pemimpin-pemimpinnya. Orang-orangnya pada berlarian kepada pembaharuan dunia.

Kemarin, baru diadakan Pemilu di Swedia. Partai-partai kiri lama dan kanan lama pada keok. Partai kanan baru (SD, partai nasionalis Swedia) menanjak 2 kali lipat dari 6% di Pemilu lalu menjadi 13% di Pemilu kemarin. Itulah perubahan dunia.

KBB (Karo Bukan Batak) adalah pengikut dan promotor besar perubahan itu. KBB menujukkan itu di Aqua Doulu, dalam soal Kuta Pengkih, penggantian nama Tahura, Juma Tombak, dan juga 9 desa Bangun Purba.

Orang kiri lama dan orang kanan lama di Indonesai juga mengikuti proses seperti di Eropah. Tetapi orang-orang Indonesia terutama yang muda-muda sangat dinamis dan cepat mengikuti perubahan dunia. Ini sangat terlihat di Pileg dan Pilpres 2014.

Di Eropah, banyak sekarang yang mengusulkan agar ditinjau ulang politik kanan lama maupun politik kiri lama. Di Eropah, soal yang sangat ’berapi dan menyala’ ialah soal migran. Orang kiri dan orang kanan lama ini TAK BERANI BUKA MULUT soal ini, dianggap TABU di kalangan mereka atau di kalangan mapan.

Di situlah ketinggalan mereka, partai-partai mereka ditinggalkan rakyat yang pada berlarian ke partai baru (kanan baru) yang mengutamakan kultur dan kepentingan nasional negerinya. Bagi partai-partai lama ini (kiri atau kanan) membicarakan kultur atau kultur nasional sangat TABU. Bagi mereka masih berlaku ’multikulturalisme’ yang sudah sangat busuk itu.

Proses ini tak ubahnya seperti orang Karo pada mulanya bikin gerakan KBB (Karo Bukan Batak). Perubahan orang Indonesia jauh lebih cepat dari perubahan otak orang Eropah. Sangat terlihat di Pemilu 2014 itu.

Lihatlah bagaimana partai-partai pada pecah menentang pemimpin-pemimpin mereka yang tak bisa berubah atau serek dalam perubahan dunia. Lihatlah bagaimana demokrasi di Indonesia berkembang jauh lebih maju dari demokrasi Barat yang pernah menjadi ’bapak demokrasi’ dunia. Ciri utama kemajuan ini ialah soal transparansi, sangat jauh di depan.

Foto Atas: Komunitas Karo di Belanda menampilkan Beidar Sinabung di Utrecht Indonesian Day (UID)2014 (Foto: Ariyadi Wijaya) // //