← Beranda Budaya · Kolom · Pariwisata · Pendidikan · Sen, 13 Okt · 2 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Solidaritas Ke Dalam Dan Ke Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan 'perpecahan' dan 'kesatuan'. Abad sekarang atau abad 21 kita namakan abad PERBEDAAN karena yang ditekankan sekarang ialah …
Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan 'perpecahan' dan 'kesatuan'. Abad sekarang atau abad 21 kita namakan abad PERBEDAAN karena yang ditekankan sekarang ialah perbedaannya, dalam arti mempelajari perbedaan dari segi-segi yang terpecah-pecah itu. Pembuatan film promosi wisata Kabupaten Deliserdang yang diperankan oleh para artis Sanggar Seni Sirulo, Medan.[/caption]
Tanpa mengetahui perbedaannya amat sulit atau tak mungkinlah kita mencari persamaan atau apa yang menyatukan kita dalam tingkat perkembangan tertentu dalam sejarah satu bangsa atau dunia. Era lalu, persamaan dan persatuan dipaksakan dan perbedaan malah digelapkan, sehingga berakibat fatal, munculnya kekerasan dan pembunuhan massal. Suku Karo, seperti juga suku-suku lainnya, adalah salah satu diantara unsur Bhinneka Tunggal Ika.
Karena itu, mengetahui sebanyak mungkin soal suku Karo, perubahan dan perkembangannya, pastilah termasuk di dalam wacana MENGETAHUI DAN MEMPELAJARI PERBEDAAN dalam Bhinneka Tunggal Ika. Bagi orang Karo sendiri, sama halnya bagi etnis-etnis lainnya, tentulah soal ini menjadi tantangan tersendiri sesuai dengan kharakternya, way of thinking nya dan filsafat hidupnya "siagengen radu mbiring, sikuningen radu megersing " atau dalam bahasa internasional win win solution. Ini mengingatkan orang Karo harus selalu bertindak tidak merugikan siapa-siapa tetapi berusaha menguntungkan semua (adil). Memupuk solidaritas suku[/one_third]
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.