Radio Tanggap Bencana Sinabung
NATANAEL MILALA. KABANJAHE. Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak September 2013 masih berlangsung hingga kini. Status Awas ( Level IV ) masih diberlakuk…
Penggunaan alat komunikasi seperti HT dan telefon seluler, walaupun sudah cukup menyebar di masyarakat, belum bisa termanfaatkan optimal dalam situasi ini. Tetap masih banyak warga yang belum terhubung secara langsung pada informasi yang disampaikan melalui komunikasi radio dan selular. Komunikasi melalui pertemuan-pertemuan koordinasi juga belum mampu menjangkau khalayak luas dalam waktu yang singkat.
Radio siaran darurat dipandang bisa melengkapi kekurangan media di Kabupaten Karo untuk mendukung aksi tanggap darurat erupsi Gunung Api Sinabung. Berbekal pengalaman dalam berbagai peristiwa bencana sejak tahun 2005,COMBINE Resource Institutions (CRI) mendukung inisiatif mendirikan dan mengelola radio siaran tanggap darurat. Inisiatif ini merupakan kolaborasi bersama Jaringan Radio Kuminitas Indonesia (JRKI), Komunitas Tanggap Bencana Karo, Radio Komunitas Lintas Merapi FM dan Radio Komunitas Sumatra Utara.
Berdasarkan hasil kajian lapangan Tim CRI di bulan Januari 2014, sebuah misi mendirikan radio siaran tanggap daruratpun dijalankan pada bulan Februari 2014.
Siaran untuk mendukung manajemen tanggap darurat erupsi Gunung api Sinabung ini telah dijalankan. Studio radio bertajuk “Sora Sinabung” ini mengudara di Media Center di halaman Kompleks Kantor Camat Kabanjahe bekerjasama dengan Dinas Kominfo dan PDE Kabupaten Karo.
Siaran akan dilangsungkan hingga jangka waktu satu bulan ke depan, mengudara di frekwensi 107,8 dengan salah satu penyiarnya adalah Natanael Milala.
//