← Beranda Budaya & Adat · Kam, 6 Feb · 2 mnt baca
Sirulo Tv: Pemakaman Korban Ke-16 Awan Panas NGGUNTUR PURBA. KABANJAHE. Setelah empat hari bertahan hidup, Doni Sembiring Milala akhirnya hembuskan nafas terahir di Rumah Sakit Umum Efarina Etaham (Bera…
Belum sirna duka meninggalnya salah seorang diantara cucu Doni Sembiring yang juga terkena awan panas Erupsi Sinabung. Kini, Doni Sembiring menyusul cucunya. Doni Sembiring (70) warga Sukameriah (Kecamatan Payung) saat itu berjiarah ke pemakaman keluarga bersama anak dan cucunya. Naas, niat berjiarah ke kampung halaman berakhir dengan bencana.
Atas musyawarah keluarga, hari ini diakan penghormatan terahir secara adat Karo kepada Doni Sembiring di Jambur Adil Makmur (Kabanjahe). Sekitar Pkl. 14.00 Wib, jasad korban dibawa ke Desa Gurukinayan untuk dimakamkan. Ambulance BNPB membawa jasad korban dengan iringan armada TNI dan Polri yang membawa keluarga korban serta dikawal oleh beberapa Satgas Tanggap Darurat.
Salah seorang keluarga korban menuturkan, almarhum adalah warga Sukameriah yang rawan bencana semburan awan panas. Desa ini berada di dalam wilayah radius 3 Km dari kawah Gunung Sinabung.
“Sedangkan Desa Gurukinayan berada di radius 4 km dari kawah Gunung Sinabung. Karena itu, almarhum dimakamkan di lahan pertanian milik keluarga di Desa Gurukinayan. Jadi, lokasinya berada di luar wilayah berbahaya awan panas tapi masih dekat ke kampung halaman, Sukameriah,” tuturnya.
Walau diselimuti debu vulkanik Sinabung, lokasi pemakaman dipenuhi keluarga dan awak media yang meliput prosesi pemakaman. Proses penguburan berlangsung cepat karena kondisi di daerah rawan bencana erupsi Gunung Sinabung.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.