Gema Kristo Tarigan saat menjemput papan dan buah catur Karo ke Ketua Persatuan Catur Karo Sumut di Delitua.[/caption] ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Nama pecatu…
Menekuni olahraga catur internasional di Kota Medan selama beberapa tahun terakhir ternyata tak membuat Gema Tarigan lupa akan tradisi etnisnya dan salah satunya mengenai catur Karo yang disebut satur dalam bahasa Karo.
"Awalnya saya mendengar di Karo juga ada catur yang khas, disebut satur . Saat itu, baru mendengar saja, namun keberadaanya belum pernah saya lihat," ujarnya kepada Sorasirulo.com. Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi[/one_fourth]
Semakin sering Gema Tarigan mendengar kabar terkait keberadaan catur Karo membuat dirinya semakin penasaran. Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi. Pada awal bulan Januari 2015 lalu, dia sempat mengutarakan hal itu kepada beberapa pemuda Karo lainnya di Medan, yakni kepada Steven Amor Tarigan dan Alexander Sembiring.