Doa Malam Untuk Anak
Rikwan Sinulingga (Kabanjahe) Pukul 00:47 wib, saat memulai doa tidur malam. Tiba-tiba dalam pejaman mata muncul bayangan tadi sore. Para pengungsi Sinabung …
Rikwan Sinulingga (Kabanjahe)
Pukul 00:47 wib, saat memulai doa tidur malam. Tiba-tiba dalam pejaman mata muncul bayangan tadi sore. Para pengungsi Sinabung diangkut dengan truck & mobil-mobil pick up. Wajah yang sedih dengan tatapan kosong tanpa langkah pasti dibawa ke mana, pasrah…!!
Rumah kita di kampung siapa yang jaga, mak?
Anjingku si Mopi dan ayamku si Jago siapa yang kasih makan, mak?
Kol kita, kentang kita, sayur kita, kopi kita, tomat kita, cabe kita …
Siapa yang akan memanennya untuk dibawa ke pasar, mak?
Kalau tanaman kita sudah dipanen kan uangnya bisa untuk daftar TKku, mak.
Beli baju dan sepatu TKku, beli tas yang gambar “angry bird”, mak?
Ayolah mak kita pulang saja ke rumah kita, mak.
Walaupun rumah kita dari bambu tapi aku lebih suka tidur di rumah kita, mak.
Daripada ramai-ramai tidur di Posko pengungsi, mak.
Ayo kita pulang ke rumah kita mak … ayo mak…!!!?? Sebuah kesibukan saat mengevakuasi warga Mardinding. Foto : Leopold Kennedy Adam.[/caption]
Dalam hatiku: “Maaf, ibu. Saya juga tidak sanggup menjelaskannya!”
Tanpa sadar Doaku malam ini hanya untukmu saudaraku pengungsi Sinabung, terutama buatmu ANAK SINABUNG. Semoga kondisi ini bisa normal kembali dan anak-anak Sinabung bisa kembali ke rumah yang kau rindukan. Bisa bermain di tengah ladangmu yang berhamparan hijau sayuran di saat kedua orangtuamu bekerja di ladangmu dan harapan untuk sekolahmu kelak.
Teruslah mengukir masa depan yang kau impikan . Yakinlah, Tuhan Punya Jalan, Amin! // //