Hilangnya Ruh Menggetarkan Dari Musik — Sorasirulo
← Beranda

Hilangnya Ruh Menggetarkan Dari Musik

Oleh: Plato Ginting (Yogyakarta) Musik berasal dari perasaan yang dalam dan bisa menggetarkan hati. Kita tak perlu mengkonsumsi Narkoba untuk bisa 'fly'. Den…

Oleh: Plato Ginting (Yogyakarta)

Musik berasal dari perasaan yang dalam dan bisa menggetarkan hati. Kita tak perlu mengkonsumsi Narkoba untuk bisa ‘fly’. Dengan mendengarkan musik kita bisa merasakan hal yang tidak biasa dan susah untuk dijelaskan. Begitulah seni pada umumnya, sehingga dalam banyak literatur dunia, seni selalu menjadi bahasan yang tidak kalah penting dari ilmu-ilmu lain.

Seperti yang kita ketahui bersama, musik Karo juga dulunya digunakan untuk hal-hal yang bersifat khusus. Hadir pada acara-acara yang penting dan menjadi hal yang ditunggu-tunggu dan begitu diagungkan. Tentunya banyak hal lain yang istimewa selain musik. Namun musik adalah salah satunya yang dapat menggetarkan pendengarnya. Bahkan bisa ‘fly’ seperti orang-orang yang bisa seluk karena pengaruh musik.

Masih bersinggungan dengan tulisanku sebelumnya, bahwa sekarang ini, seniman dan masyarakat memperkecil ‘Getaran’ dalam musik Karo. Kita bisa jujur, sudah jarang kita bisa merasakan perasaan ‘bergetar’ ketika mendengarkan atau menyaksikan musik. Kebanyakan hanya lewat begitu saja. Sehingga tidak heran, kita merasa ringan membeli kaset seharga Rp. 10 ribu dan akan lupa meletakkan kaset itu dimana setelah kita menontonnya. Ini memang bukan hal yang amat serius untuk dibahas. Tapi kalau kita adalah orang yang merindukan hal-hal ‘mendebarkan’ dan bisa ‘fly’, mestinya kita menganggap ini hal serius.

Di tulisan sebelumnya aku membahas, ketika sebuah lagu dinyanyikan oleh 3 penyanyi berbeda dalam waktu yang berdekatan. Artinya, si penyanyi tak pernah benar-benar menjadikan sebuah lagu menjadi miliknya. Makanya kita tidak heran ketika seorang penyanyi diundang menyanyi di acara kerja tahun , dan dia tidak menyanyikan lagu yang dipopulerkannya. Bahkan, penyanyi yang menyanyikan lagunya sendiripun kita biasa saja melihatnya.

Aku tak akan membahas ini lebih dalam. Karena sebagai orang yang suka bernyanyi, kurang ‘srek’ kalau aku yang membahasnya. Aku akan senang kalau ada teman yang mau memberi tanggapan tentang ini.

Aku termasuk orang yang suka menonton pertunjukan musik. Aku ambil contoh lagu ‘Sephia’ yang dipopulerkan sheila on 7. Ketika lagu ini dibawakan oleh berbagai musisi, meskipun itu musisi sekelas Dewa 19, aku tidak merasakan getaran yang berarti. Namun ketika lagu itu dibawakan oleh Sheila on 7, aku merasakan ‘getaran’ yang tidak biasa.

Di sanalah aku menemukan ‘ruh’ lagu itu. Aku tak heran ketika membaca berita tentang konser David Foster di Jakarta yang menjual tiket Vip seharga Rp. 20 juta, dan tiket termurahnya Rp. 7 juta. Mereka bisa melakukannya karena mereka menyuguhkan sesuatu yang bisa menggetarkan pendengarnya. Dan lihatlah bagaimana pendengar mengapresiasi seniman.

Bagaimana dengan musik Karo? Apakah kita tidak pernah mau tahu tentang hal-hal seperti ini?

Lihat berbaai tanggapn di bawah. FITRA C. BARUS - SORA PUSUHKU Album FITRA C. BARUS - SORA PUSUHKU “SORA PUSUHKU” YOUTUBE.COM January 14 at 4:36pm · Like · 1 · Remove Preview Rossi Wendana Tarigan Aku ai judul : “serpang pulah” by fitra c. Barus kuakap mantap…setahun silewat sikamoni fm tiap keraben enda requestku sanga teman denga penyiarna..gundari nggo lanai pernah pe aku begi radio.. January 14 at 6:01pm · Like · 2 Fitra Barus brandy : payo sen.. emia bagi sinikataken impalta plato.. getarannya sudah berbeda.. tapi itu memang subyektif, akan berbeda pada orang yang berbeda pula.. pujand plato : hahaha… aku pe banci kang bage pal… tapi karena kita bicara ruh atau getaran, maka romantisme merupakan penunjangnya.. karena rasa dilidah beda dengan rasa dihati.. itulah sebabnya “masakan paling enak itu masakan ibu saya”.. bukan semata2 soal enak dilidah.. contoh mudah dalam soal penyanyi, bob marley, james brown, louis armstrong, adalah beberapa dari penyanyi yang bagi sebagian orang gak ada enak2nya, dan akan mengatakan mereka bukanlah penyanyi yang bagus.. itu sebenarnya adalah ekspektasi telinga.. namun yang ‘menggilai’ mereka akan mengatakan mereka adalah ‘dewa’.. itu adalah ekspektasi hati.. romantisme pasti ada disana.. rossi : adi bage nggo banci requestndu ka mulihi ku sikamoni… hehehe.. bujur ya.. Yesterday at 1:17am · Like · 2 Davin Depary peran radio sikamoni dari dulu hingga sekarang sangat besar terhadap perkembangan musik daerah Karo.. Yesterday at 3:52am · Like · 1 Deddy Sukanta Ginting Apakah estetika musik subjektif atau objektif? Menurut saya, tentu ada musik yang buruk. Dan bagaimana kita bisa membedakannya? Ribuan tahun trial and error memberitahu kita bagaimana membedakannya. Ada beberapa elemen dasar musik, ritme, melodi, harmoni, nada, dll. Semakin efektif elemen-elemen tersebut dikembangkan dalam sebuah komposisi, semakin berkualitas hasil musiknya. Musik dengan beat yang konstan, melodi sederhana, tidak menggunakan harmoni, nada mekanik, biasanya (tidak selalu) adalah musik yang buruk. Tidak hanya itu, efek pada otak juga memberitahu kita apa yang baik dan apa yang buruk. Musik dengan ritme dan irama yang konstan serta melodi repetitif, memiliki efek pada otak yang disebut habituasi. Musik itu akan melewati telinga kita, tetapi di beberapa titik otak kita berhenti mendengarkan karena tidak ada informasi baru yang masuk. Tidak ada lagi makanan untuk otak kita. Itulah mengapa musik klasik yang diperdengarkan kepada janin secara teratur, dapat meningkatkan kecerdasan otaknya. Yesterday at 5:26am · Like · 1 Arnis Gintings Musik adalah rasa tidak dapat dijamah hanya bisa dinikmati melalui telinga dan mata, musik adalah selera sehingga terciptalah gender, saya sependapat dengan bere2 Fitra Barus musik sebuah pengaruh, semakin sering suguhkan dan diperdengarkan akan mempengaruhi minat pendengarnya itulah fungsi promosi dan promosi akan mempengaruhi pasar, salah satu contoh saat pertama saya mendengar lagu jandaku hatiku sempat brontak namun hamir tiga kali dalam sehari diperdengarkan dipertontonkan telinga saya sering terngiang-ngiang dengan lagu tersebut akhirnya saya nikmati juga. Pertanyaannya sudah banyak yg dijabarkan dengan segala teori akademis dll, namun saya belum merasa dapat esensi dari pertanyaan Pujand Plato Benhard Ginting’s sitambahi tole gelah reh tangkasna Yesterday at 5:57am · Like Pujand Plato Benhard Ginting’s Aku sependapat nge dengan penjelasenndu ras bang fitra pak. Cuma lenga kuakap ku inti kel. Selain getaran yang berdasarkan selera, si ku bahas jena bagaimana peran seorang musisi menjadikan musik itu miliknya. Adi sada lagu 3 penyanyi berbeda ngendekensa dalam waktu bersamaan. Apakah itu tidak membunuh musisi itu sendiri? Maksudku hal itu mengurangi sesuatu yang susah untuk dijelaskan. Aku nungkun bagenda labo aku ngataken musik karo ataupun penyanyi karo jelek. Aku erlajar ngenda ateku. Contohna piga2 kalak mindo gelah laguku ban versi gendangna. Tapi berontak denga bas pusuhku. Enda nge maka kusungkun hal si bagenda. Adi bagena ninta, artinya gak ada yang perlu di kritisi. Adi masalah selera ras promosi nge musik e. Man kai kin buka sekolah musik tah universitas musik. Yesterday at 6:13am · Edited · Like · 1 Deddy Sukanta Ginting Musik bukanlah sekedar selera. Musik adalah sains, matematika, estetika, sejarah, olah tubuh, seni. Dengarlah musik yang memiliki aspek-aspek diatas, maka otak akan merespon dan membuat kita fly dan bergetar. Yesterday at 6:18am · Like Pujand Plato Benhard Ginting’s Di tulisan sebelumnya aku juga udah pernah menuliskan bahwa musik itu abstrak. Di satu sisi pas bagi kata pak Deddy Sukanta Ginting . Tapi di sisi lain benar juga yang dibilang pak Arnis Gintings dan bang Fitra Barus . Em unikna musik e. Tapi alangkah baikna kuakap adi enda danci seimbang. Adi terlalu matematis dan ilmiah pe labo pas kel, adi berdasarkan selera saja pe labo ka pas kel. Menurutku. Yesterday at 6:23am · Like Arnis Gintings Payo memang katandue Pujand Plato Benhard Ginting’s menurut pengalamenku mulihnge kerina dungna ku sada muara eme pangsa pasar, uga ninta banci ngataken sada karya sukses adi lalit peminatna idealis memang perlu tapi ula terlalu sbb idealisme seorang musisi merupakan salah satu pembunuh karirnya. Penungkunenku bandu tujunndu bermusik sekedar menyalurken hobi entah berkarya? Yesterday at 6:24am · Like Arnis Gintings Kerna pengalamen ber musik banci kam sharing ras bere2kuFitra Barus , mungkin ia banci mereken gambaren bas piga2 sisi erkiteken 1. ia terlahir bas keluarga seniman mulai bas bulang ras ninina terus ku bapana pelaku seni, 2. dari kecil hingga kini dia pelaku seni karo dan nasional, 3. lulusan musik institut kesenian jakarta, mbera2 banci mbereken pencerahen man bandu, bujur Yesterday at 6:31am · Like Bintara Tarigan Silangit Adi kerna kalak si mindo lagundu gelah iban versi gendangna, ena mulihken ku kamlah. Kai tujunndu erban lagu e? 1. komersil, labo masalah iban pe versi si deban, si ‘mungkin’ banci jadi sada sumber penghasilan baru. 2. popularitas, kuakap enggo seh, amin lenga gia bagi sinisuraken kal. Tapi lit ka nge ibas piga-piga kasus, enca endeken kalak lagu e mulihi maka terkenal, contoh : Keong Racun 3. seni : adi enda la kuakap banci iterjemahken, terserah pencipta/pemilik. 4. trial n error : ?????? Yesterday at 6:32am · Like · 1 Deddy Sukanta Ginting Adi arah aku menjawab pertanyaan sebab hilangnya ruh menggetarkan dari musik karo, adalah karena kurangnya elemen dasar seperti ritme, melodi, harmoni, dan nada yang dapat merangsang otak dalam komposisi musik karo dewasa ini karena hanya mengikuti selera pasar. Artinya, musik karo sekarang lebih tepat dikategorikan sebagai karya bisnis musik, bukan karya estetika musik. Yesterday at 6:44am · Edited · Like · 2 Juara R Ginting Lit sada gagasenku sikutanamken kal mbarenda man anak-anak sanggarta (La kueteh entah iresapi janah iterapken kalak ah bas dirina masing-masing). Ningku, ada baiknya kita “main” dua pintu di dalam berseni ini. Bas sanggar secara umum siterapken. Pernah nge kita tampil hanya beberapa jam dengan honor sekitar Rp. 20 juta rupiah. Tapi, kerja tahun sada berngi kita tampil i Tanjungbarus dengan honor Rp. 2 jt pe sialoken (enggo kita kerina nggalari sendiri transportasi). Asal terbuka man kerina anggota janah lit pengertin bas para artis main dua pintu enda la masalah. Si honor Rp. 20 jt mbarenda sempat tawarna ku Rp. 8 jt. Perbahan kueteh dana e la ase ngenca mis sange kusuruh tolak ketua sanggar, Inti dari prinsip dua pintu e me kap untuk memecahkan dilema antara menjadi seniman karena alasan ekonomi atau menjadi seniman karena panggilan seni. Sada pe la tertadingken e tapi harus ban baleng-balengna. Adi banci upayaken sidua pintu enda saling mendukung. Yesterday at 6:46am · Like · 3 Frans Purba Maaf.. ersintabi,merincuh rikut erpulung er arih…Music adalah melahirkan multi irama ,ritmre dan nada yg ditata sedemikian rupa sehingga melahirkan harmoni keindahan ,jasmani dan rohani ,bahkan spritual. dgn memakai berbagai alat.( alat music).Alat music yg paling tinggi kodratnya adalah suara manusia -karena ciptaan Allah via alam ,baru diikuti oleh alat music buatan manusia itu sendiri.Irama .ritme dan nada2 Karo yg chas Karo sudah lahir dan hidup sejak kira2 3 ribu thn yg lalu dan akan tetap abadi,namun harus dipelihara supaya abadi. Yesterday at 6:50am · Like · 1 Deddy Sukanta Ginting @bang juara : payo sikataken ndu, adi landasan berpikir ta dari sisi ekonomi (ekonomi musik). Saja, si pembuat topik enda atena menelusuri musik karo gundari sebagai esensi musik itu sendiri, kenapa kehilangan atau tidak memiliki roh lagi. Sulit dat ch…See More Yesterday at 7:02am · Like · 1 Arnis Gintings Ruh/chemistry sangat tergantung kepada indifidu dan sang penyaji, secara umum chemistry dapat tercipta dari suguhan audio dan fisual, maaf ini penilaian pribadi dari pengalaman bukan secara akademis Yesterday at 7:41am · Like Yoel Kaban Mesera tuhu ngelepasken pembahasen musik arah “pasar”. Aku pribadi megah kel kuakap ngoge diskusi si bagenda rupa. Rusur adi mulih ku kuta minimal sada jam aku i toko kaset i tiga, ncuba kerina musik Karo, kenca piga2 ipilih, biasana si tetap lit ciri khas dominanna ttg Karo. Sentabi adi music house, i ja ciri khas dominan Karo-na? Selanjutna mungkin baci sidiskusiken, apai /kai nge ciri khas musik Karo ningen e. Bagi mengklasifikasikan musik keroncong min kita, ertina, cuba sekali kita diskusi murni ttg musikalitas, banyak yg qualified ngerana kerna si e. Baci tanpa justifikasi jadi baci objektif, seperti sesederhana mengamati piga2 lagu Karo, siamati uga ia aransemenna.. semangat trus man banta Yesterday at 1:24pm · Like Pujand Plato Benhard Ginting’s Aku merhat kel ndiskusiken si bagi maksudkenndu ena rupana bang. Cuma ula min kita saling negatif thinking je. Aku doni enda man kalak karo aku si mbiarna. Sebab la siangka ukurna. Emaka sambil santai2 saja min. Ence kita nguda denga. Mbiar kita sal…See More Yesterday at 1:30pm · Like Yoel Kaban Sada pembanding lebe, baci jadi stimulus, cuba siinget lebe, pernah kita nonton langsung pertunjuken musik? Adi VCD si dominan sound diproduksi elektronik nggo biasam adi lenga pernah si ndedah si live (lang, bual nge adi la pernah ninta) si cuba dedah…See More Yesterday at 1:37pm · Like · 1 Pujand Plato Benhard Ginting’s Ku tunggu di topik baru bang Yoel Yesterday at 1:53pm · Like Fitra Barus Kucoba beri respon menurut pemahaman yang kuterima dari kalimatndu ya pal.. mode copas - respon.. 1. Bagaimana peran seorang musisi menjadikan musik itu miliknya? …See More Yesterday at 6:35pm · Like Pujand Plato Benhard Ginting’s Jangan serius kali bang. Takut aku. Sebenarnya aku gak suka kalau harus mencontohkan. Aku udah buat contoh, lagu sephia di atas. Oke aku terpaksa ngasih contoh. Menurutndu lagu kaperas tongging identik dengan siapa? Yesterday at 6:46pm · Edited · Like Pujand Plato Benhard Ginting’s Dari pengamatanku. Ketika sebuah lagu dinyanyikan ulang oleh penyanyi berbeda. Biasanya sebagai bentuk penghormatan kepada penyanyi sebelumnya. Atau kekaguman pada lagu dan penciptanya, sehingga ada keinginan untuk merekam ulang. Artinya tidak sembarang sebuah lagu dinyanyikan oleh orang yang berbeda. Seperti bagaimana erwin gutawa menggarap album ‘Salute to koes plus’. Itu bentuk penghargaan kepada penyanyi sebelumnya. Itu menurutku pribadi. boleh kita diskusikan lagi siapa tau kam punya pandangan lain. Yesterday at 7:03pm · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Contoh yg lain selain kaperas tongging adalah lagu “Kerja Tahun”. Biar kita tidak terlalu mengarahkan ke seniman masa kini, me kin sen Pujand Plato Benhard Ginting’s ? Haha… 23 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Sikuingetna, lagu “Kerja Tahun” enggo 3 penyanyi sinendekensa, Ramona Purba, Allan Dhani Sitepu ras Asmahera br Sinulingga. Adi aku, teluna kuakap lit Ruh na, bergetar ras sidebanna kerina.. 23 hours ago · Like · 1 Brandy Karosekali Adina lagu Mbiring Manggis e ise nge ndia icon na? 23 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Adi ningku Tio Fanta Pinem bang Brandy Karosekali , tp Juliana br Tarigan pe ruuuaaarrr biaasssa kuakap.. 23 hours ago · Like · 1 Brandy Karosekali Tapi si pasti labo Tiofanta bagepe Juliana si ngendeken lagu e si pertama pal #Kazpabeni 23 hours ago · Like · 1 Kazpabeni Eben Ezer Ginting Banci ka pe sidarami bas youtube, ntah nggo pernah idahndu gia, Ramona Purba ngendeken lagu “Habis Tempat” si ipopulerkan Antha Pryma Ginting. Adi aku mbegikensa, bergetar kang. Hehehe… 23 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Jadi ise bang? Tp em dungna turah bas ukurku, adi menurutku labo murni masalah sada lagu iendeken piga penyanyi si erbanca bene ruh-na ras getarenna sen Pujand Plato Benhard Ginting’s , tp bagaimana si penyanyi mengenal genre suaranya, lagu apa yg pas …See More 23 hours ago · Edited · Like Brandy Karosekali Aku pe lupa gelar si pertama ngendeken lagu e mpal, tapi si pasti labo Tio Fanta ras pe Juliana. Adi la aku salah inget, lagu Mbiring Manggis e enggo lit ibas tahun 1992 entah pe tahun 1993 lagia… 23 hours ago · Edited · Like · 1 Pujand Plato Benhard Ginting’s Aku pe erlajar ngenda. Emaka kai pe jawaben kena jadi masuken baru bangku. Bagi kata bang brandy pe payo kang kuakap. Tapi ketika kita bicara lebih dalam lagi. Em maksudku musisi belum menjadikan musik itu musiknya. Memang kembali ku penerimaan m…See More 23 hours ago · Like Brandy Karosekali Sada fenomena kuakap gundari ibas musik Karo, ija secara umum lagu-lagu si i rekam dalam bentuk DVD secara umum lagu house music ras adu perkolong-kolong. Entah kin jenis lagu sibagenda ka kin mon sangana lako? 23 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Tergantung yang ciptakan lagu kayaknya itu seharusnya sen. Kenapa dia kasi dalam waktu yg dekat lagunya dinyanyikan penyanyi yg berbeda… Tak usah dulu penyanyi pertama, bukankah pada akhirnya lagu yang diciptakannya itu tidak berkarakter lagi? Atau memang ketika mengarang lagu, dia sudah persiapkan lagu itu menjadi 3 genre (pop, gendang dan house music) misalnya. 23 hours ago · Like · 1 Pujand Plato Benhard Ginting’s Emaka ningku, versi2 lain itu hanya bisnis ningku bang. Aku tidak anti bisnis musik. Tapi kalau semua sudah melulu tentang bisnis, menurutku nggo kurang pas na. Dan aku tau, bahwa para musisi sebenarnya bukan hanya berbisnis. Aku memiliki keyakinan dan semoga saja. 23 hours ago · Like Brandy Karosekali Adi aku pal #Plato merhat kel aku lit ngidah grup band Karo. Tapi ibas 2 dekade terakhir lah ningku, si kuingetna Rock Karo Berastagi denga ngenca pernah rekamen janah albumna cukup diterima di pasar? 23 hours ago · Like · 2 Brandy Karosekali Tahun 2007 mbarenda lit sada grup band Harhar gelarna, janah sanga sindai sempat kang aku ngefans, tapi kuakap kalak enda labo pernah populer ibas ranah musik Karo? https://www.youtube.com/watch?v=mvVFuz6BBFI HarHar Band- Anakku Lagu yang Mengisahkan akan Cinta orangtua kepada anaknya. Lirik: Anakku Tiap wari kam ku timai Tiap wari… YOUTUBE.COM 23 hours ago · Edited · Like · 1 · Remove Preview Kazpabeni Eben Ezer Ginting Piga2 kali waktu jadi komentator x-factor, Ahmad Dhani tanpa malu-malu menyinggung soal bisnis musik. Janah gundari lanai bo kuakap tabu adi icakapken mengenai bisnis/keuntungan melalui karya seni musik, khususna kita kalak Karo. Engkai maka bage ningk…See More 23 hours ago · Like · 1 Pujand Plato Benhard Ginting’s Menurutku Usman Ginting sudah membuat contoh yang baik dengan lagu Teran Sora yang diciptakan memang untuk versi gendang. Dan banyak sekali perpaduan musik tradisional di lagu ini. Semoga setelah ini tidak ada versi remixnya Love Usman https://www.youtube.com/watch?v=MSeoJmmfE-U LAGU KARO - USMAN GINTING - TERAN SORA LAGU KARO - USMAN GINTING - TERAN SORA LAGU… YOUTUBE.COM 22 hours ago · Like · Remove Preview Pujand Plato Benhard Ginting’s Har har band e, band domisili ja nge bangBrandy ? 22 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Kalaupun ada yg buat remix, keterlaluan itu namanya sen. Tp apa yg mustahil bagi orang karo??? Hahahaha… 22 hours ago · Like Brandy Karosekali #Plato adi la salah domisili kalak enda i Jakarta kuakap mpal, tepatna i Cililitan 22 hours ago · Edited · Like · 1 Kazpabeni Eben Ezer Ginting Endakustik juga me tergolong grup band bang si nggo rekamen bang. Hehehe… si la rekamen situhuna lit nge sideban bang. Kuinget sanga masa ngetopna rockaro band, lit kang band karo i kabanjahe nari, lupa aku gelarna. Gundari lit ka Sadakata,, 22 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Brassjuma ula kam lupa sen Pujand Plato Benhard Ginting’s ,,, hehe… 22 hours ago · Like Brandy Karosekali Egia tersingetna lit sada lagu Karo kuakap lebih mantap versi remix i bandingken versi aslina mpal, lagu e judulna Merangap, baci cek ndu arah youtube 22 hours ago · Like Kazpabeni Eben Ezer Ginting Lagu sedih i remix bage kap e me bang. Hahaha… 22 hours ago · Like Fitra Barus kita serius tapi santai.. bila memang ada yang bisa dijadikan contoh, justru perlu diutarakan.. lagu kaperas tongging aku gak tau pal.. lain waktu nanti kucari dengarlah.. dari yang kutangkap soal lagu sephia yang kam jelaskan, justru kam mengatakan siapapun yang menyajikan kembali, tetap kam rasa ada “beda” dengan yang aslinya.. bukankah itu berarti tidak ada masalah dengan hal itu? atau… apakah maksudnya si penyanyi pertama tenggelam karena lebih populer penyanyi yang selanjutnya dengan lagu yang sama? (kita permudah konteksnya dengan “penyanyi”) menurutku tidak ada masalah bila ternyata sebuah lagu justru populer oleh orang yang bukan pertama kali.. beberapa komentar diatas membicarakan tentang lagu mbiring manggis… mari kita berandai2.. bila penggubah lagu tidak punya wewenang untuk memberikan hak rekam dan jual produk suara kepada orang lain, maka kemungkinan lagu mbiring manggis tidak sepopuler sekarang ini.. 9 hrs · Like Fitra Barus ada seorang music conductor dari austria, namanya herbert von karajan… herbert ini sangat terkenal karena interpretasinya.. aku lupa mengenai karya2 apa/siapa yang dia pentaskan, tapi seingatku suatu ketika herbert ini mementaskan karya seorang komponis hebat (yang aku lupa itu tadi).. dan menurut banyak orang maupun kritikus, pertunjukan herbert justru lebih bagus daripada pertunjukan si komponisnya itu sendiri (karya yang sama) bukankah sikomponislah yang paling pas interpretasinya terhadap karyanya? kenapa malah herbert dikatakan lebih bagus padahal itu bukan karyanya? dia hanya menyajikan ulang apa yang ditulis oleh komponis aslinya, tidak ada yang berbeda, kecuali dengan interpretasi milik herbert.. bagiku itu menunjukkan bahwa rasa itu subyektif… selera itu subyektif.. kebetulan interpretasi herbert yang subyektif itu disukai oleh orang2 dan para kritikus (orang2 itu subyektif, namun kritikus tentunya gak mungkin se-subyektif orang2 yang non kritikus).. apakah kemudian timbul semacam “pengkerdilan” terhadap para komponis yang karyanya dipentaskan oleh herbert? (pujian terhadap herbert bukan hanya karena pada pertunjukan karya 1 orang, melainkan dari karya banyak komponis) jawabnya tidak.. para komponis tetap mendapat tempatnya seperti semula.. hanya saja, herbert mendapat tempat tersendiri atas interpretasinya.. 8 hrs · Edited · Like Brandy Karosekali Djaga Depari yang menciptakan lagu Piso Surit, tapi justru malah nama Vicky Sianipar yang terkenal 8 hrs · Like Fitra Barus Sayangnya Vicky Sianipar tidak bertanya pada yang mengerti bagaimana lagu piso surit itu… Lagu Kopral Jono harus perempuan yang nyanyikan, karena menceritakan bagaimana gagahnya sang kopral.. bila laki-laki yang menyanyikan lagu kopral Jono, maka akan berbeda pengertiannya.. demikian juga lagu piso surit, itu lagu laki-laki… kalaulah harus perempuan yang menyanyikan, maka lirik lagunya haruslah diubah menjadi untaian kata-kata yang keluar dari bibir perempuan.. 8 hrs · Like · 1