Kapolsek Dipukuli Hingga Muntah
Ruslan Sembiring alias Kapolsek saat dirawat di RSU Sembiring Delitua.[/caption] IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Ruslan Sembiring Brahmana alias Kapolsek (38) war…
Saat itu, Ruslan alias Kapolsek baru saja pulang dari ladang. Karena perut sudah keroncongan, dia pun memesan mie goreng di sebuah warung sebagai ganjal perutnya. Namun, ketika Ruslan sedang asik memakan mie, tanpa alasan yang jelas, kedua pelaku tiba-tiba masuk ke dalam warung dan langsung memukulinya berkali-kali hingga sempoyongan.
Akibat kejadian, Ruslan mengaku mengalami sakit pada kepala bagian belakang, wajah, perut, tangan dan punggung akibat dipukuli. Malam itu juga, Ruslan mendatangi Polsek Namorambe guna membuat laporan.
"Untung saja orang-orang di warung langsung melerai. Kalau tidak, bisa aku mati dipukuli. Mereka beringas kali, bang. Makanya aku gak bisa melawan. Aku cuma bisa pasrah dipukuli," kata Ruslan.
Lanjut kata Ruslan, begitu sampai di Polsek Namorambe, ia kemudian dilayani oleh Ka SPK, Aiptu Binazi dan ditangani penyidik Junaidi Tarigan. Selanjutnya, seorang personil lalu membawa Ruslan ke Puskesmas Namorambe untuk berobat. Tapi kata Ruslan, pihak kepolisian tidak menyarankan dirinya untuk mengambil surat visum sebagai pendukung laporannya. Mirisnya lagi kata Ruslan, begitu usai membuat laporan, dia juga belum diberi STPL sebagai bukti dia telah membuat laporan resmi di kantor Polisi Namorambe.
"Saya juga bingung, bang. Polisi hanya mengantar aku berobat. Tapi hasil visumnya tidak diberikan. Demikian juga bukti saya sudah resmi membuat laporan tidak dikeluarkan Polisi. Jangan-jangan laporan saya sudah dipermainkan sama Polisi Namorambe. Artinya, kedua pelaku telah mempengaruhi Polisi. Sehingga laporanku hanya formalitas saja tanpa ada tindak lanjutnya. Buktinya, Polisi tidak memberikan STPL sama saya," tutur Ruslan.