Kesehatan Jiwa: Gangguan Stres Pasca
Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater) Kepala SMF Psikiatri RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Sebuah adegan penampilan Teater Rakyat SIRULO yang disutradarai ol…
Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ (psikiater) Kepala SMF Psikiatri RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Sebuah adegan penampilan Teater Rakyat SIRULO yang disutradarai oleh Juara R. Ginting[/caption] Bencana alam, perang, dan berbagai peristiwa menakutkan lainnya saat ini sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Berbagai peristiwa menakutkan yang mengancam tersebut akan meninggalkan ‘bekas menyakitkan’ dalam hidup seseorang yang mengalaminya. Selain masalah fisik yang dialami, trauma psikologis juga tidak jarang menyebabkan suatu masalah dalam kehidupan.
Termasuk dalam peristiwa traumatis adalah sebagai berikut:
- Bencana alam (gempa bumi, gunung meletus, banjir, tsunami, kebakaran, dll)
- Kekerasan dalam rumah tangga / sekolah (bullying )
- Peristiwa peristiwa yang mengancam kelangsungan hidup
Gejala-gejala gangguan stres pasca trauma antara lain adalah:
- Re-experiencing (seperti mengalami kembali)
- Avoidance (penghindaran)
- Hyper-arousal (keterjagaan)
Re-experiencing :
- Terbayang bayang selalu akan pengalaman traumatisnya
- Terganggu mimpi buruk akan pengalaman traumatisnya
- Seperti mengalami kembali peristiwa traumatisnya (flash back)
- Merasakan ketegangan psikologis yang terus menerus bila terapar kejadian yang mengingatkan akan pengalaman traumatisnya. Sebuah lukisan mengenai “energi” dalam kejiwaan budaya Karo, karya Marjolijn Groustra (ilustrator Sora Sirulo)[/caption]
Avoidance :
- Senantiasa berusaha untuk menghindari hal hal yang mengingatkannya pada pengalaman traumatisnya
- Amnesia psikogenik
- Hilang minat terhadap berbagai aktivitas
- Perilaku menarik diri
- Afek/kehidupan emosi menumpul
- Takut memikirkan masa depan
Hyper-arousal :
- Gangguan tidur
- Mudah marah dan tersinggung
- Sulit berkonsentrasi
- Gampang kaget
- Kewaspadaan berlebihan
Gejala-gejala tambahan lainnya adalah :
- Rasa berdosa dan menyalahkan diri
- Depresi, anxietas, marah, berduka
- Perilaku impulsif (compulsive shopping, eating, changes in sexual behavior)
- Keluhan somatik kronis (sakit kepala, gangguan lambung)
- Perilaku destruktif/menyakiti terhadap diri sendiri
- Perubahan kepribadian
Apabila ditemukan gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera dibawa ke profesional kesehatan jiwa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bila dibiarkan terlalu lama maka gangguan stres pasca trauma ini dapat mengganggu lebih jauh aktivitas dan fungsi individu yang mengalaminya.
Salam sehat jiwa! // //