Kisah Perjalanan: Dipisah Oleh 2 Kepala Ular — Sorasirulo
← Beranda

Kisah Perjalanan: Dipisah Oleh 2 Kepala Ular

Oleh: Antonius Bangun Selesai FBF, kami merencanakan jalan ke Praha sebagai bonus. Kami memilih moda kereta api ICE. Depart jam 6.40. Malamnya kami sudah pac…

Kisah Perjalanan: Dipisah Oleh 2 Kepala Ular

Lalu, kami mencari gerbong 27. Gerbong pertama nomor 31, berikutnta 32, 33 dan seterusnya, nomor makin membesar. Kereta ini sangat panjang, di pagi yang masih agak gelap, tidak terlihat ujungnya. Dimana kereta kami, nomor ini makin ke belakang makin besar.

Waktu berjalan terus dan pintu ICE akan menutup. Laura dan Alexis (cucu, 6 tahun) loncat naik ke gerbong 35. Kami bertiga masih lari ke belakang mencari gerbong 27. Alarm tutup pintu sudah berbunyi, pintu sudah bergerak mulai menutup. Kami pun berlari, meloncat masuk ke salah satu gerbong, itu gerbong nomor 24. //

Rupanya kereta ini terdiri dari 2 bagian: gerbong 31 sampai 39 di depan, gerbong 21 sampai 29 di belakngnya. Antara gerbong 30an dengan gerbong 20an dipisahkan oleh 2 Kepala Ular Besi (lokomotif). Kami sudah masuk di kereta yang benar walau gerbongnya salah. Lalu kami berjalan melintasi gerbong demi gerbong akhirnya sampai di nomor 27. Kami duduk dengan terengah-engah. Berhasil.... Tapi, Laura dan Alexis jauh di belakang tidak bersama kami. Wah bagaimana ini? Mereka ke mana? Kereta mulai bergerak dan tak lama sudah mencapai kecepatan maksimum. Kemana Laura dan Alexis pergi, apakah mereka akan ke Munich? Bagainana kami bisa bertemu lagi.

Untung di ICE tersedia jaringan Wifi, jadi kami bisa komunikasi dengan Laura. Dua kereta ini terkoneksi tapi dibatasi oleh 2 lokomotif. Laura dan Alexis tidak bisa menyeberang ke gerbong kami.

Di stasiun Aschaffenburg kereta berhenti, Laura dan Alexis turun, lalu pindah ke kereta kami. Luar biasa. Kami bersama lagi setelah "spot jantung" beberapa saat.

ICE: Nurnberg-Frankfurt, 22 Okt 2015. // //