Berita terkini · Hukum · Kolom · Lingkungan··3 mnt baca
Kolom Bastanta P. Sembiring: Desah Nafas Di Tepi
Saat ini, hampir di setiap daerah dapat dengan mudah kita temui tempat-tempat hiburan, baik itu cafe-cafe, pantai, kolam pancing, taman, kolam renang, dsb. J…
Saat ini, hampir di setiap daerah dapat dengan mudah kita temui tempat-tempat hiburan, baik itu cafe-cafe, pantai, kolam pancing, taman, kolam renang, dsb. Jika akhir pekan ataupun hari-hari libur lainnya, tempat-tempat ini ramai dikunjungi, baik oleh warga setempat maupun dari luar daerah. Dalam perkembangannya, sering kali tempat-tempat hiburan ini kemudian mengalami pergeseran fungsi. Tidak jarang mereka menjadi lokasi transaksi prostitusi dan narkoba, sehingga masyarakat umum merasa risih untuk berkunjung ke sana.
Pernah sekali waktu, saya dan adik saya pulang dari Gugung (Dataran Tinggi Karo) dan singgah di salah satu cafe di Kota Medan (sekitaran Jl. Setia Budi). Saat asyik menikmati alunan musik dengan suguhan makanan dan secangkir kopi hangat, tiba-tiba kenyamanan itu harus terganggu dengan sekelompok pria dan wanita (apa yang mereka lakukan tidak saya lanjutkan) yang bergabung di tempat itu yang membuat kami pun harus segera meninggalkan tempat itu. dengan narkoba dan prostitusi[/one_fourth]
Dalam sebuah diskusi dengan teman-teman, saya pernah mengutarakan pandangan saya tentang dunia hiburan yang identik dengan narkoba dan prostitusi. Susah untuk memisahkan hal ini dan seakan sudah menjadi dua sejoli yang tak terpisahkan dan tidak mungkin dilenyapkan.
Pada dasarnya, saya tidak begitu ambil pusing dengan hal-hal demikian, hanya saja saya lebih menyoroti tentang regulasinya, misalkan lokasi dan waktu. Artinya, harus ada pemisahan antara permukiman penduduk dan pusat kota dengan tempat-tempat yang demikian. Serta akses ke masyarakat umum.
Misalkan di Sumatera Utara kita kenal kawasan Bandar Baru yang merupakan salah satu lokalisasi prostitusi terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Tentunya, 29 tahun saya melewati daerah ini, sedikitpun tidak merasa risih, karena memang ini tempatnya.