Kolom M.u. Ginting:
Para peserta pelatihan Character Building sedang berlatih membangun percakapan/ komunikasi[/caption] ”Self Awereness , bagaimana kembangkan diri, bagaimana m…
Ketidakaktifan ini pada era Orba bisa dikatakan sudah mencapai tingkat kritis. Pembatakan sudah total atau hampir total. Akan tetapi keruntuhan Orba dan datangnya era INTERNET merupakan penyelamat bagi Karo. Kita melihat dan merasakan perubahan dan perkembangan pembatakan ini di kalangan orang Karo sendiri maupun di kalangan orang Batak sejak runtuhnya Orba sampai ke tingkat sekarang, terutama setelah adanya penemuan-penemuan ilmiah arkeologi dan sejarah dari banyak akademisi nasional maupun internasional. Tingkat pembatakan sekarang ialah: sudah tak banyak lagi yang terus terang bilang Karo adalah Batak.
Keaktifan Karo terutama pemuda-pemudanya terlihat juga ada perubahan. Tetapi masih belum maksimal seperti yang diharapkan dalam character building itu. Kepasifan (indifference and ignorance) masih cukup tinggi. Ini sudah dilihat oleh generasi muda character building.
Beberapa hari lalu, saya dapat keluhan seorang pemuda Karo baru datang dari kampung halamannya sendiri. Dia bilang: Susah kerjasama dan tukar pikiran dengan orang Karo.
“Begitu mereka tak setuju pendapat kita, lantas kita terus diboikot dan tak disukai,” katanya.
Jadi muncul kebuntuan dalam berkomunikasi. Kebuntuan ini dibiarkan saja entah sampai kapan, tak ada yang peduli. Jelas dari situasi begini tak mungkin ada perubahan, apa lagi perkembangan. Ini persoalan komunikasi serta ”mengenal dan mengelola konflik”.
Sekarang, kita sudah sampai ke era KETERBUKAAN. Keterbukaan dalam dialog, diskusi dan debat soal apa saja yang menyangkut kebutuhan dan kepentingan manusia, kebutuhan instan dan kebutuhan jangka panjang. Perubahan dan perkembangan umat manusia di abad ini. Belum semua kita bisa merasakan abad ini atau adanya abad ini di depan kita. Bahwa abad lalu adalah abad loudmouth braggarts, abad extroversi, abad mulut besar, sudah semakin banyak yang merasakan. Tetapi, soal KETERBUKAAN dan bahwa keterbukaan adalah alat penyelamat manusia, siapa yang bisa merasakan kalau tidak dijelaskan dan dipraktekkan terus menerus?
Pemuda Karo bisa jadi pelopor dalam menggunakan keterbukaan sebagai ALAT sangat ampuh dalam perjuangan survival Karo dan Nation Indonesia. Keterbukaan ini juga sangat penting dalam mengenal dan mengelola konflik tadi. // //