← Beranda Budaya & Adat · Kolom · Jum, 13 Mar · 2 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Ilustrasi± Darul Kamal Lingga Gayo[/caption] Wasekjen Partai Golkar versi Munas Bali Ali Mochtar Ngabalin yang juga mengaku pengurus bagomobe suku Bugis Maka…
Ilustrasi± Darul Kamal Lingga Gayo[/caption] Wasekjen Partai Golkar versi Munas Bali Ali Mochtar Ngabalin yang juga mengaku pengurus bagomobe suku Bugis Makassar, Papua, mengatakan: “Sudahlah jangan ada kekerasan. Dalam acara di televisi Yorrys tuh kalah berargumentasi, maka dari itu cari tempat lain yang tidak live biar kita berargumentasi, jangan kita pakai cara kekerasan.”
Kalau kalah berargumentasi jangan lantas pakai kekerasan, jelas tak akan menyelesaikan soal, malah tambah ruwet. SARA, Premanisme, sudah berlalu, adalah sisa abad lalu. Sisanya memang masih ada dan dipakai oleh sisa pemikir lalu pula. Berdebat tidak selalu bisa menang, terlebih bagi orang-orang yang selama ini lebih memakai kekerasan dari pada pakai mulut dan diskusi. Orang-orang ini tak cukup persediaan bekal untuk berdebat apa saja. Diskusi dan debat bisa diteruskan di internet[/one_fourth]
Tetapi kalau kalah debat di tempat terbuka dan langsung berhadapan, belum tentu merupakan kekalahan yang menentukan. Diskusi dan debat bisa diteruskan di internet, lebih mendalam dan lebih luas yang bisa terlibat dan mengikuti. Semakin luas semakin terlihat kebenaran yang tahan uji.
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.