Kolom M.u. Ginting:
Flyover Jamin Ginting (Padangbulan, Medan) diabadikan dengan drone oleh Nefo Ginting.[/caption] Perjalanan luar angkasa pastilah akan sangat menarik bagi sem…
Untuk membeli kembali Indosat tentu harganya bukan main, orang naikkan seenaknya saja. Namanya juga dagang dan tadinya pun penuh penipuan dan kelicikan sehingga orang asing itu beli Indosat dengan harga murah. Pengetahuan bisnis Mega tentu tak bisa dibandingkan dengan pengetahuan bisnis orang-orang bisnis kawakan dunia ini. Bukan sekali dua kali pemimpin negeri berkembang ditipu hidup-hidup seperti itu. Untuk bikin satelit baru tentu lebih mahal lagi.
Ketika Jokowi bicara soal drones untuk mengontrol dan memata-matai kapal-kapal pencuri ikan sekitar perairan Indonesia, lantas orang bertanya bagaimana bisa mengoperasikan drones memata-matai kapal pencuri itu kalau tak punya satelit untuk membantu mengendalikan drones itu. Sekarang Indosat di tangan orang asing. Tentu mereka akan mencampuri perjalanan drones atau mengganggu, atau malah membohongi kalau pakai Indosat.
Di samping itu, pengetahuan yang sangat penting ialah bahwa pencurian ikan itu terbanyak diakibatkan oleh pejabat setempat kasih izin gelap kepada kapal-kapal itu. Ini tak mungkin dimata-matai dengan drones. Karena itu, bagi penyelamatan ikan-ikan kita yang malang itu, yang paling baik ialah dengan cara primitif saja. Pakai alat tangan dan kaki serta otak atau hati nurani yang jujur menghilangkan izin gelap yang dikeluarkan oleh 'pejabat ikan' setempat negeri ini.
Dalam kongres PDIP lalu, Megawati menasihati pemerintah Jokowi supaya tidak lagi menjual BUMN kepada orang asing. Dia juga malah menduga kalau di istana ada pihak oportunis dan pihak modal asing yang bertentangan dengan politik berdikari atau Trisakti Soekarno.
“Masak saya oportunis,” kata Luhut Panjaitan dalam menanggapi sentilan Megawati. // //