Kolom M.u. Ginting:
"Saya sungguh bersedih, ketika setiap institusi lembaga negara berlomba memperkuat kewenangan diri sendiri, dan menegasikan (meniadakan) kewenangan lembaga l…
Lembaga KPK ada kekuatan tersendiri, yaitu semua mendukung secara terang dan jelas, termasuk musuh-musuhnya (koruptor, pencoleng uang negara) dalam berbagai lembaga negara juga mendukung 100% lembaga 'cicak' ini, walaupun secara diam-diam menentang dan berusaha menghancurkan lembaga cicak ini. Karena kesalnya menyaksikan konflik wewenang semakin menyala, Mega bilang, KPK akan kita bubarkan asalkan berhenti korupsi katanya. Tetapi syarat ini (berhenti korupsi) pastilah terlalu berat bagi masyarakat korup ini. Mereka tidak akan berhenti begitu saja dengan suka rela.
Gebukan lembaga cicak ini semakin tak tertahan juga oleh MK (Masyarakat Koruptor). Korban terus saja bergelimpangan, termasuk di pihak cicak sendiri. Taktik dan strategi paling mantap bagi MK ialah memanfaatkan lembaganya sendiri untuk bertahan atau bikin serangan balik ke lembaga cicak. Dalam hal ini, hanya satu lembaga yang sangat mantap menggunakan kekuatan lembaganya untuk bikin serangan balik ke si cicak yaitu lembaga polisi dengan Bareskrimnya yang bahkan sampai mengkriminalkan cicak-cicak sehingga harus berhenti dari lembaganya.
Apakah hakekat 'rivalitas kewenangan' Megawati itu? . . . . DUIT ! Itu saja.