Kolom M.u. Ginting: — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting:

"Sekarang ini era keterbukaan sangat sulit menutupi hal-hal yang misalnya yang enggak baik,” kata Jokowi. Tak susah dipahami yang dimaksudkan dengan ’yang en…

Kita masih akan melihat taktik/ strategi baru Neolib Abad 21, karena halangan besar sudah ada yaitu KETERBUKAAN tadi, yang memungkinkan keterlibatan publik dalam semua soal besar kemanusiaan; antara lain tentu saja persoalan Neolib global ini. Mengalihkan isu seperti Peristiwa 1065 dan dengan taktik Fear Factor dengan terror model ISIS juga semakin dimengerti oleh publik negeri ini berkat keterbukaan informasi dunia.

"Hanya dengan pemerintah terbuka kita mampu mendorong partisipasi masyarakat terlibat dari proses pengambilan kebijakan publik, hingga membuka pengawasan oleh masyarakat. Pemerintah terbuka di semua tingkatan membangun legitimasi, kepercayaan publik," tutup Jokowi. //

Indonesia di bawah pimpinan Jokowi telah berada di depan dalam soal keterbukaan dan begitu juga dalam soal demokrasi. Semakin meningkat kwalitas bangsa ini dalam perkembangan dua soal penting itu, keterbukaan dan demokrasi, semakin sulit bagi Neolib (duit, duit, duit, SDA) menerapkan taktik baru PENGALIHAN ISU untuk menaklukkan Indonesia demi akses ke SDAnya.

Belakangan ini, Neolib Freeport sudah mencoba berbagai PENGALIHAN ISU, tetapi hingga saat ini semuanya masih berakibat terbalik, malah menguntungkan bagi pencerahan publik. Tetapi, kewaspadaan masih harus terus ditingkatkan karena kapan saja bisa dibikin pengalihan isu yang baru atau fear faktor yang baru. Bersamaan dengan kewaspadaan ini, kegiatan KETERBUKAAN harus digalakkan sehingga seperti kata Jokowi bisa ”membuka pengawasan oleh masyarakat” dalam wawancara di Istana Negara sebagaimana dilansir oleh merdeka.com. //