Kolom M.u. Ginting: Kemanusiaan Pasti — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Kemanusiaan Pasti

Sebuah penampilan Sanggar Seni Sirulo[/caption] Jokowi mengatakan dampak yang diberikan akibat narkoba sangat besar, yakni per tahun ada 18.000 yang meningga…

“Kalian ibu-ibu dan orangtua Bali Nine masih bisa mengunjungi anak-anak kalian. Sedangkan saya, kesempatan itupun tak pernah punya,” katanya. Jokowi tidak memberikan ampun pengedar narkoba[/one_fourth]

Bukanlah menjadi rahasia lagi bahwa semua tahanan narkoba di penjarapun sangat terus aktif saja, sepertinya tak mempengaruhi 'tugas dan kewajibannya' mengedarkan narkoba seperti biasa. Patutlah ibu-ibu korban overdosis ini sangat mendukung sikap presiden Jokowi tidak memberikan ampun pengedar narkoba yang dijatuhui hukuman mati.

Di jalanan banyak kota di Inonesia banyak kematian tiap harinya, seperti begal dikerohok sampai mati, penjambret, pencuri ayam atau pencuri apa saja kalau ketahuan oleh masyarakat langsung mati dihakimi ramai-ramai. Sepertinya sekarag adalah abad kematian dan bunuh-bunuhan , sebagai pengganti abad perang masa lalu. Soal begal motor menurut polisi ada hidden agenda, mengacau polisi serta mengacau keamanan.

Agenda terselubung ini sepertinya masuk akal juga karena ada saja biaya untuk bikin kekacauan ini bukan hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. ISIS, begal motor, gerakan perluasan kejahatan sexual, dan narkoba .....[/one_fourth]

Di Eropah Barat dan juga negeri-negeri lainnya seperti Indonesia, orang-orang muda dikirim ke Irak/ Syria jadi serdadu ISIS, tentu ada yang membiayai. Gerakan semuanya bermanfaat untuk melumpuhkan nation Indonesia, tidak hanya sekarang tetapi juga generasi-generasi seterusnya. Narkoba kelihatannya hanya bagian kecil dari agenda terselubung ini, tetapi bagian yang sangat vital dalam agenda itu. Perluasan HIV/AIDS serta perusakan lewat sex dan judi adalah bagian lain yang juga penting. Agenda bunuh-bunuhan lainnya sepertinya juga masuk akal. Taktik dan Strategi 'Kacau dan kuasai' sangat terlihat.

Apakah era saling bunuh ini bisa deselesaikan dengan dialog, diskusi dan debat ilmiah yang merupakan ciri khas revolusi mental dunia abad ini?

Pastilah bisa, karena semua persoalan kemanusiaan abad ini bisa diselesaiakan dengan jalan itu, dengan menggiatkan seluruh umat, artinya penyelesaian oleh jutaan manusia secara serentak dan bersama seluruh dunia. Dalam era keterbukaan dan transparansi sekarang, kekuatan ini tak akan ada yang bisa menandingi. Tak mungkin nasib generasi manusia ditentukan oleh pengedar narkoba atau oleh macam-macam agenda tersembunyi lainnya.

Hanya agenda yang terbuka, terang dan jelas yang pasti adil, yang gelap tak akan pernah adil. Karena itu dalam suasana keterbukaan dan transparansi, kemanusiaan pasti menang. // //