← Beranda Ekonomi · Kolom · Rab, 18 Nov · 2 mnt baca
Kolom M.u. Ginting: Neolib Diantara Retorika Dan Menarik memang analisa praktis dari Renald Kasali di Kompas,com. Gampang dimengerti dan aktual juga, dengan menggunakan istilah ’Tuhan’, ’Rakyat’ atau ’Neoli…
Menarik memang analisa praktis dari Renald Kasali di Kompas,com. Gampang dimengerti dan aktual juga, dengan menggunakan istilah ’Tuhan’, ’Rakyat’ atau ’Neolib’ sebagai jurus ampuh tarik simpati. Menyangkut dua menteri di kabinet Jokowi, si A dan si B, dia membedakan menteri yang ’beretorika’ dan menteri yang ’bekerja’. Sama-sama ‘untuk rakyat’.
Banyak memang pejabat yang pandai beretorika, tetapi di belakangnya ada ‘udang di balik batu’ kata orang lama negeri ini. Beretorika untuk pencitraan, popularitas, persiapan pemilihan yang akan datang dan sebagainya atau mengalihkan isu dari dugaan korupsi.
Ada yang tak bisa beretorika, bisanya cuma bekerja untuk rakyat, diam diam saja. Yang beretorika saja dan dengan maskud buruk, jelas bukan orang baik, bukan orang baik bagi rakyat dan sebenarnya tak perlu diangkat jadi menteri. Dari segi lain, siapa pula menjamin bahwa yang ’bekerja’ saja dan diam-diam tak banyak ngomong bukan wakil ’neolib’ di Indonesia?
Artikel ini disajikan sebagai informasi umum. Sorasirulo tidak bertanggung jawab atas keputusan
yang diambil berdasarkan konten ini. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi.