Kolom M.u. Ginting: Partisipasi Dan
Membakar hutan adalah cara paling murah-biaya kalau mau mengacau pemerintahan Jokowi. Rakyat jadi sakit, ekonomi menurun. Api lebih cepat daripada mengejar p…
Tetapi, bagaimana supaya kearifan lokal itu dipraktekkan, juga belum ada yang menuliskannya. Selama ini, kita hanya menuliskan definisinya, juga bagaimana teori pelaksanaannya. Semua sudah tahu sampai di situ. Tetapi, siapa yang tahu bagaiman supaya ada yang memulai? Atau kita hanya pura-pura saja semua soal kearifan lokal ini? Memang bisa juga dipahami kalau kearifan lokal itu banyak yang tak senang. Kearifan lokal mengandung keterbukaan yang terang benderang, atas dasar pengalaman dan pengetahuan rakyat, kultur dan budayanya yang sudah ada sejak ratusan tahun. Banyak perusahaan yang tak menyukai partisipasi publik secara terbuka, seperti halnya perusahaan pengedar narkoba (sudah ada contoh rakyat bikin inisiatif membasmi pengedar narkoba di Lhokseumawe), perusahaan korupsi, perusahaan pencoleng duit negara, uang Bansos, pajak, dsb, dan perusahaan gelap lain-lainnya seperti pengguna lahan pembakar hutan itu.