Kolom M.u. Ginting: Sukses Snowden (terbitlah
"Bahkan orang-orang yang tidak melakukan kejahatan tetap diawasi dan direkam. Suatu saat sistem represif semacam ini bisa menjadi tiran," kata Snowden. Betul…
Sikap Snowden menunjukkan bagaimana pentingnya menghilangkan kegelapan atau hubungan gelap yang masih dipakai oleh beberapa negara tertentu dalam menghadapi negara dan kepala negara lain demi kepentingan negara tertentu (jelas bukan kepantingan perdamaian antar negara) dalam hal ini AS dan juga sekutunya Australia yang ketahuan bertugas memata-matai SBY sebagai Presiden RI.
Sekarang, telah semakin diyakini oleh manusia dunia bahwa KETERBUKAAN dengan semua soal yang menyangkut kepentingan bersama kemanusiaan dan perkembangan bersama dunia tak bisa lagi digelapkan untuk kepentingan satu negara tertentu saja; dengan mencuri info secara gelap dari negara lain. Suasana di depan Kantor Sora Sirulo Belanda (Leiderdorp) ketika angin kencang Level Kuning dan Level Oranye di Belanda 2 hari lalu . Keperluan sosial kemanusiaan tak bisa lagi diselesaikan dengan cara menggelapkan persoalannya atau hanya dimonopoli oleh satu negara tertentu. Persoalan besar kemanusiaan dan perkembangan dunia harus diletakkan di atas meja sebagai persoalan terbuka dan persoalan bersama semua negeri. Misalnya, seperti soal lingkungan dan pencemaran lingkungan yang solusinya harus melibatkan semua nagara. Kita mengharapkan supaya konferensi lingkungan di Paris sekarang bisa merumuskan secara TERBUKA kepentingan bersama negeri industri maju dengan kepentingan negeri berkembang yang kaya hutan sebagai paru-paru dunia Negara-negara industri maju yang paling banyak bikin polusi dengan koldioksidnya harus bisa ditetapkan sumbangan wajibnya ke negeri-negeri paru-paru dunia; spt. Indonesia, Brasilia, Konggo, dan banyak negeri berkembang lainnya yang masih banyak hutannya. Hutan sebagai paru-paru dunia. Makanya paru-paru dunia itu harus dijaga kesehatannya.
Dalam keterbukaan, sudah tentu tak diperlukan ’intelijen’ tertutup. //