Kolom M.u. Ginting: Terorisme, Senjata, Bank Dan — Sorasirulo
← Beranda

Kolom M.u. Ginting: Terorisme, Senjata, Bank Dan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, menilai kinerja Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) selama ini gagal. Bahkan…

ISIS adalah tempat cari kerja bagi orang-orang kriminal, dan anak-anak muda yang gampang tertipu dengan iming-iming duit dan senjata di tangan. Seakan-akan punya kekuasaan tak terbatas dengan restu bebas membunuh dan merampok siapa saja yang ’kafir’ yang bukan Islam seperti di Irak dimana banyak suku-suku bangsa minoritas yang punya kepercayaan sendiri atau Kristen.

Soal ISIS sangat jelas tujuan sebenarnya sejak semula yaitu merampok dan menguasai SDA (tambang minyak) di Syria dan Irak. Lantas, mereka disuruh beli senjata canggih untuk perang. Senjata canggih dan perlengkapan perang dibeli dari pedagang senjata internasional, dibeli juga a.l. dari Perancis atas restu presiden Hollande.

Tidak perlu ragu bahwa di belakang pabrik senjata ialah bankir/ rentenir internasional yang cari duit dengan untung berlipat ganda dari perang yang dimana saja bisa dibangkitkan. Hollande kelihatan sial memang, jual senjata ke ISIS kemudian harus membom ISIS, lalu Paris dibom pula oleh ISIS. Katanya balas dendam karena Perancis ikut membomi ISIS di Syria dan Irak. //

Secara politis, ISIS dimanfaatkan untuk menghalangi perkembangan Islam Shia (Iran) di Timur Tengah, demi kepentingan Islam Sunni (Arab) dan kepentingan Israel. Dalam taktik cari profit penjualan senjata ini, Putin juga di’aktif’kan. Putin masih berada di jaman Soviet walaupun dunia sudah berubah. Dia disuruh memihak Assad sebagai boss kuat di ujung satunya dan di ujung lain NATO.

Semua butuh senjata, mudah-mudahan bankir di belakang senjata Putin bukan bankir di belakang senjata NATO. Tetapi, kemungkinan itu selalu ada, mengingat kekuasaan bankir internasional ini bukan main besar pengaruhnya. Juga karena dalam soal duit, semua orang beragama sama.

Kalau ketua MUI Din Syamsuddin mengatakan bahwa terorisme ini sekarang adalah ”proyek”, begitulah proyek itu berjalan dengan semua latar belakangnya yang semakin jelas dalam era KETERBUKAAN. Dulu memang belum jelas sekali soal adanya ’proyek’ ini. //