Kolom Nancy M. Brahmana: Busur Anak
17 Agustus 2014, Rakoetta Brahmana Centre (RBC) mengadakan acara memperingati hari Kemerdekaan RI di Makam Pahlawan Kabanjahe. Nancy Meinintha Brahmana sedan…
17 Agustus 2014, Rakoetta Brahmana Centre (RBC) mengadakan acara memperingati hari Kemerdekaan RI di Makam Pahlawan Kabanjahe. Nancy Meinintha Brahmana sedang membacakan nama-nama para pahlawan yang dimakamkan di Makam Pahlawan Kabanjahe.[/caption] Tiba-tiba ketika bangun dari tidur tadi pagi terlintas bayangan di pikiran saya tentang keadaan dunia yang kacau dan tidak terarah. Saya membayangkan keadaan itu seperti banyak sekali anak panah yang melesat tidak sampai pada lingkaran sasaran. Simpang siur ke sana ke mari memenuhi udara di sekitarnya. Alangkah mengerikan pemandangan bayangan itu di pikiran saya. Lima benua dengan masing-masing pemimpinnya, pemerintahannya dan rencananya. Pada usia 70 tahun Indonesia masih mencari jati diri, mungkin begitu kalimat halusnya. Masyarakat menjadi bingung dengan ide-ide dan rencana para petinggi. Pada siaran televise masih terdapat berita Desa A kekurangan air bersih sehingga harus berjalan satu kilometer untuk mendapatkan air dengan membawa dua jerigen dan harus menunggu giliran pula.
Pada acara tersebut kami mengundang para veteran dan menari bersama. Kami ingin mengingat dan menghargai betapa berharganya darah para pahlawan yang memberikan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia. Pelaksanaan acara tersebut mendapat cemoohan dan tudingan yang harus kami terima. Saya ingin sekali jijik dengan mereka yang mencemooh namun saya belajar berbesar hati untuk mengingat bahwa tiap-tiap manusia mempunyai hak asasi atas pemikiran dan dirinya sendiri terutama mulutnya, sehingga saya hanya mendiamkan saja tidak pernah mengusik orang yang selalu mencemooh kegiatan saya. Para Veteran RI yang mengikuti acara Peringatan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2014, di Makam Pahlawan Kabanjahe, yang dilaksanakan oleh Rakoetta Brahmana Centre.[/caption]